News

Jansen Ingin Kandidat Pilpres dari Kader Parpol, Begini Komentar Mardani

Mardani mengatakan tokoh yang ingin maju di Pilpres harus diusung dari parpol atau gabungan parpol.


Jansen Ingin Kandidat Pilpres dari Kader Parpol, Begini Komentar Mardani
Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera (Dok Pribadi)

AKURAT.CO, Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menanggapi pernyataan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat, Jansen Sitindaon soal pencalonan kandidat Pilpres harus menjadi kader partai politik (parpol).

Mardani menjelaskan, konstitusi tidak membatasi latar belakang capres dan cawapres. Namun tokoh yang ingin maju di Pilpres harus diusung dari parpol atau gabungan parpol.

"Konstitusi tidak membatasi latar belakang capres dan cawapres. Tapi wajib parpol atau gabungan parpol yang mengajukan," kata Mardani dikutip dari akun Twitter @MardaniAliSera, Senin (7/2/2022).

baca juga:

Menurut Mardani, parpol memiliki tantangan tersendiri dalam menghasilkan kader yang berkualitas dan disukai publik untuk diusung menjadi kandidat di Pilpres.

"Akarnya ada dikualitas kaderisasi dan sistem merit di parpol," terangnya.

Sebelumnya, Jansen menilai bahwa seharusnya calon presiden dan calon wakil presiden wajib berasal dari kader partai. Bahkan dia mengatakan, konstitusi sudah mengatur jika capres-cawapres maju di Pilpres harus diusung oleh partai politik.

"Harusnya semua calon Presiden dan Wakil Presiden itu wajib kader parpol. Dia harus jadi anggota partai politik. Masak mau main politik, tapi alergi atau tidak mau jadi anggota partai politik, kan aneh. Apalagi Konstitusi juga sudah mengatur capres atau wapres itu hanya bisa diusung Parpol," kata Jansen.

Dia menyebut, siapapun figur yang ingin maju di Pilpres kekinian diminta untuk tidak menjadi safety player. Karena enurutnya, figur itu harus masuk parpol atau mendirikan parpol sendiri.

"Jadi bagi siapapun yang ingin mengejar jabatan publik dipilih (elected), ber-parpol lah! Jangan “safety player” terus. Silahkan masuk parpol yang sudah ada atau sekalian anda dirikan partai politik sendiri. Biar anda tahu jg berapa beratnya membangun partai di Indonesia yang maha luas ini," tandasnya.[]