Ekonomi

'Janji Manis' Sri Mulyani di Peringatan Hari Pajak, Realistis?

Pemerintah akan terus berupaya melakukan reformasi perpajakan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul.


'Janji Manis' Sri Mulyani di Peringatan Hari Pajak, Realistis?
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual APBN Kita Desember Senin (21/12). (AKURAT.CO/Andoy)

AKURAT.CO Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berupaya melakukan reformasi perpajakan untuk menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat adanya perkembangan global yang terus berubah.

“Kita dan DPR sedang membahas sebuah upaya reformasi perpajakan karena dunia terus berubah menciptakan kesempatan namun juga bisa mengancam Indonesia apabila tidak berubah,” katanya dalam Upacara Peringatan Hari Pajak ke-76 di Jakarta, Rabu (14/7/2021).

Menurutnya, Indonesia harus mampu melihat tren perubahan di level global dan nasional untuk merumuskan langkah-langkah dalam meresponsnya. Hal ini karena tren perubahan global yang menciptakan peluang positif sekaligus ancaman seperti masifnya perkembangan teknologi.

Sehingga mendorong pemerintah untuk terus merumuskan langkah-langkah untuk menjaga kepentingan bangsa dan negara yang salah satunya melalui reformasi perpajakan ini.

Lebih lanjut, saat ini, pemerintah bersama DPR juga tengah berupaya melakukan reformasi perpajakan salah satunya melalui revisi UU KUP.

Bentuk reformasi lainnya adalah reformasi sistem teknologi informasi (TI) dan database maupun pembangunan aplikasi pembaruan sistem inti administrasi perpajakan.

Adapun pada saat ini, pemerintah tengah membangun sistem informasi DJP, penguatan aplikasi, serta pembaruan sistem inti administrasi perpajakan (core tax administration system).

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pun dituntut untuk terus mampu membangun sistem perpajakan yang adil dan sederhana namun tetap mampu melayani masyarakat secara akuntabel, profesional, dan berintegritas.

“Dalam reformasi inilah Ditjen Pajak dituntut untuk terus mampu membangun sistem perpajakan yang adil, sederhana, dan mampu melayani masyarakat tapi tetap akuntabel, profesional, dan berintegritas," ujarnya.

Menkeu juga berharap DJP terus memberikan berbagai solusi pelayanan yang mudah, aman, terintegrasi, akurat, dan pasti. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19 dimana layanan DJP yang berbasis digital menjadi salah satu solusi untuk tetap dapat menjalankan tugas negara dengan aman.

“Kita mengharapkan DJP akan terus hadir memberikan berbagai solusi layanan perpajakan yang mudah, aman, terintegrasi, akurat dan pasti,” tambahnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga memastikan pemerintah melakukan proses reformasi dan transformasi struktural yang dituangkan dalam UU Cipta Kerja.

“Dalam menghadapi pandemi COVID-19 sekarang ini, pemerintah sejak awal sangat serius melakukan langkah-langkah, baik dalam penanganan sisi kesehatan termasuk program vaksinasi, juga perlindungan sosial untuk mengurangi beban masyarakat terdampak, selain itu pemerintah juga memastikan proses reformasi dan transformasi struktural ekonomi terus berjalan," kata Jokowi dalam Investor Daily Summit 2021, Selasa (13/7/2021).

Bahkan, secara tegas Presiden mengatakan bahwa pandemi jangan sampai menjadi penghambat proses reformasi dan transformasi struktural yang kini gencar dilakukan pemerintah.[]