News

Virus Corona Berhasil Menembus Gunung Everest, Puncak Tertinggi Kedua di Dunia

Setidaknya satu pendaki di Gunung Everest dipastikan positif COVID-19.


Virus Corona Berhasil Menembus Gunung Everest, Puncak Tertinggi Kedua di Dunia
Dalam foto 2019 ini, para pendaki berbondong-bondong untuk menaklukkan Gunung Everest ( @picture-alliance/dpa/Nimsday Project Possible/N.Purja)

AKURAT.CO, Virus corona dilaporkan telah sampai ke Gunung Everest yang jadi puncak tertinggi kedua di dunia.

Sebagaimana diwartakan BBC, hal itu terjadi setelah setidaknya satu pendaki di Gunung Everest dipastikan positif COVID-19. Pasien itu bernama Erlend Ness asal Norwegia. 

Ness diketahui terjangkit hanya beberapa minggu setelah Everest dibuka kembali untuk pendaki setelah satu tahun ditutup.

Saat terjangkit, Ness mengalami gejala sakit setidaknya selama enam hari. Ia juga sampai diangkut dengan helikopter dan harus menjalani isolasi di rumah sakit hingga delapan malam lamanya.

Selama di Nepal, Ness juga sempat diboyong ke dua rumah sakit berbeda di Kathmandu, dan tiga kali dinyatakan positif corona. Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana Ness bisa tertular corona. Ness juga masih belum yakin darimana ia bisa memperoleh virus SARS-CoV-2.

Namun, menurut laporan, salah satu sherpa (pemandu) yang ikut kelompok pendaki juga dinyatakan COVID-19. Selain itu, ada analisis yang menyebut bahwa Ness kemungkinan tertular saat berada di salah satu rumah teh di sepanjang Lembah Khumbu.

Terlepas dari misteri sumber infeksi, Ness sendiri kini dilaporkan sudah pulih. Diketahui, pada Kamis (22/4) waktu setempat, Ness akhirnya memperoleh hasil negatif COVID-19. Sejak itu, ia tinggal bersama dengan teman-temannya di Kathmandu.

Kendati sudah pulih, Ness tetap mengaku menyesal karena tidak menjalani protokol kesehatan secara ketat, seperti rajin mencuci tangan atau dan memakai masker sepanjang hari.

"Tidak banyak orang yang menggunakan masker dalam perjalanan," kenang Ness sebelum dievakuasi dengan helikopter pada 15 April lalu.

Nepal diketahui begitu bergantung pada pendapatan yang dihasilkan dari ekspedisi Everest. Bahkan dari laporan Kathmandu Post, negara ini biasa meraup hingga USD4 juta (Rp58,1 miliar) hanya dengan mengeluarkan izin pendakian Everest tiap tahunnya.

Namun, karena pandemi, pundi-pundi keuangan Nepal dari Everest terganggu, dan akhirnya ikut menjadi pukulan telak bagi perekenomian negara.

Kemudian, pada April ini, Nepal memutuskan untuk kembali membuka wisata Everestnya. Meski begitu, semua pelancong yang datang ke Nepal tetap diwajibkan untuk menunjukkan laporan negatif COVID-19 maksimal 72 jam setelah penerbangan pertama.

Selain itu, isolasi 10 hari juga wajib dijalani terutama bagi penumpang yang berasal dari negara yang terjangkit dengan varian baru COVID-19. Penggunaan masker dan jarak sosial juga wajib dilakukan di base camp Everest, seperti diwartakan Deutsche Welle.

Ratusan pendaki asing diperkirakan masih akan mencoba pendakian pada musim semi yang dimulai April ini.

Nepal telah mencatatkan kasus infeksi sebanyak 292.152 kasus, dan jumlah kematian mencapai 3.117, menurut Worldometers. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu