News

Jangan Terobos Palang Perlintasan KAI, Ayo Pengendara Patuhi Aturan!

PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta mendorong pengendara mematuhi aturan yang berlaku saat melintasi perlintasan sebidang.


Jangan Terobos Palang Perlintasan KAI, Ayo Pengendara Patuhi Aturan!
Kampanye keselamatan di perlintasan sebidang KA (Dok. Humas PT KAI Daop 1 Jakarta)

AKURAT.CO, PT KAI (Persero) Daop 1 Jakarta mendorong pengendara mematuhi aturan yang berlaku saat melintasi perlintasan sebidang.

Kahumas Daop 1 Jakarta Eva Chairunisa menerangkan, seluruh pengendara atau pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan KA saat melalui perlintasan sebidang sesuai Pasal 124 UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Pasal 114 UU No. 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. 

"Sosialisasi keselamatan terus dilakukan secara berkala mengingat hingga kini masih cukup banyak pengendara yang tidak mengikuti aturan saat melalui perlintasan sebidang di jalur KA. Tercatat sejak awal Januari hingga pertengahan September 2022 terdapat 143 kecelakaan di jalur KA, dari jumlah tersebut 16 kecelakaan diantaranya menyebabkan korban jiwa lantaran menerobos palang pintu perlintasan KA," ungkap Eva dalam keterangan tertulisnya, Jumat (23/9/2022).

baca juga:

Eva menuturkan, KAI selalu berupaya mengantisipasi pelanggaran di perlintasan sebidang KA. Salah satunya dengan melakukan kampanye keselamatan di perlintasan sebidang KA dengan menggandeng Komunitas Pencinta KA yang dilakukan secara berkala di berbagai lokasi. 

"Sosialisasi tersebut mengajak pengguna agar mematuhi aturan saat akan melalui perlintasan sebidang KA, pengendara atau penggunaan jalan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi dan palang pintu KA sudah mulai ditutup serta dilarang menerobos atau menaikkan palang perlintasan secara paksa," tuturnya.

Selain itu, Daop 1 Jakarta terus mengedukasi sejumlah aturan yang perlu dipahami bersama untuk mewujudkan keselamatan di perlintasan sebidang, diantaranya UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian yang mengatur;

  • Pasal 124 : Pada perpotongan sebidang (perlintasan) antara jalur KA dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan KA. 
  • Pasal 91 Ayat (1) : Perpotongan antara jalur KA dan jalan dibuat tidak sebidang. 
  • Pasal 94 Ayat (1) : Untuk keselamatan perjalanan KA dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak mempunyai izin harus ditutup. 
  • Pasal 94 Ayat (2) : Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemerintahan atau pemerintah daerah. 

"Untuk keselamatan bersama, Daop 1 Jakarta juga melakukan penutupan perlintasan liar dengan berkolaborasi bersama Direktorat Keselamatan DJKA, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, dan Dishub," kata Eva lagi.

"Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat agar tidak melakukan upaya membuka perlintasan liar dan menggunakan perlintasan resmi yang ada untuk keselamatan dan keamanan bersama," tukasnya.[]