Lifestyle

Jangan Termakan Hoaks, Kemenkes RI Ajak Masyarakat Manfaatkan Makanan Fungsional

Alih-alih gunakan rempah-remaph dan daun-daunan untuk penangkal virus, sebaiknya menggunakan pangan fungsional


Jangan Termakan Hoaks, Kemenkes RI Ajak Masyarakat Manfaatkan Makanan Fungsional
Jeni-jenis pangan atau makanan fungsional

AKURAT.CO, Kasus Covid-19 harian di Tanah Air mengalami lonjakan signifikan. Melansir data Satgas Covid-19, pada Kamis (17/6/2021), ada tambahan 12.624 kasus baru Covid-19 di Indonesia. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak 30 Januari lalu, yang saat itu mencatat 14.518, rekor tertinggi sejak pandemi. Kondisi ini pun membuat Indonesia berada di urutan ke-8 dengan kasus tertinggi di minggu kedua Juni 2021.

Seiring dengan bertambahnya kasus Corona di Indonesia, lewat akun TikTok resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia mengingatkan masyarakat untuk tidak termakan hoaks, yang malah semakin ramai. Mulai dari  penggunaan minyak kayu putih, bawang putih hingga penggunaan kamper yang dianggap ampuh tangkal dan sembuhkan Covid-19.

"Covid-19 naik lagi. Tapi tebak apa lagi yang paling nyebelin, hoax-nya juga ikut naik," ujar  dr. Tan Shot Yen, dikutip AKURAT.CO dari akun TikTok resmi Kemenkes RI, Selasa (22/6/2021). 

@kemenkesri

Hayyaya! Kasus Covid-19 mulai naik lagi. Yuk makannya lebih sehat lagi! ##prokes ##KemenkesRI ##samasamabelajar

Hayyaya... - King Nassar

"Ada yang mengatakan sedot-sedot pakai minyak kayu putih, pakai kapur barus, pakai daun-daunan. Hajar pakai bawang putih dan seribu satu macam rempah. Itu semuanya bohong, hoax," tegas dr. Tan Shot Yen.

Lebih lanjut, dr. Tan Shot Yen pun  mengingatkan masyarakat tentang fuctional food alias makanan/pangan fungsional. Dia menyebutkan, alih-alih menggunakan daun-daunan atau rempah-rempah tersebut sebagai penangkal virus Corona, lebih baik memanfaatkannya untuk membuat makanan yang enak dan menyehatkan tubuh.

Pasalnya, bawang putih, tempe, buncis adalah beberapa jenis makanan fungsional yang baik bagi kesehatan. 

"Jadi, yang paling benar adalah gunakan daun-daunan dan rempah-rempah itu, yang kita sebut sebagai functional food," imbuh dr. Tan Shot Yen.

"Bikin kari, lodeh, rendang, dan apapun yang membuat badan Anda menjadi jauh lebih nyaman dan sehat, serta makanannya enak," serunya. 

Menurut konsensus bertajuk The First International Conference on East-West Perspective on Functional Foods tahun 1996, pangan fungsional adalah pangan yang kandungan komponen aktifnya yang dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di luar manfaat yang diberikan oleh zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya. Atau secara sederhana, pangan fungsional adalah makanan atau minuman yang diperkaya dengan nutrisi atau zat tertentu (seperti vitamin, mineral, serat, dan probiotik) di luar nutrisi alami yang sudah ada di pangan tersebut. 

Makanan fungsional terbagi dalam dua jenis, yakni konvensional dan termodifikasi. Keduanya memiliki jenis makanan dan minuman yang berbeda.

Beberapa contoh makanan fungsional konvensional:

  • Buah-buahan: beri, kiwi, persik, apel, jeruk, pisang
  • Sayuran: brokoli, kembang kol, kangkung, bayam
  • Kacang-kacangan: almond, mete, pistachio
  • Legum: buncis, kacang hitam, lentil
  • Biji-bijian utuh: gandum, soba, beras merah
  • Makanan laut: salmon, sarden, mackerel, cod
  • Makanan fermentasi: tempe, kombucha, kimchi, kefir
  • Rempah-rempah: kunyit, kayu manis, jahe, cabai rawit 
  • Minuman: kopi, teh hijau, teh hitam

Beberapa contoh makanan fungsional termodifikasi : 

  • Jus buah dalam kemasan
  • Yogurt
  • Susu
  • Susu almond
  • Susu beras
  • Santan
  • Roti
  • Pasta
  • Sereal
  • Granola

Pangan fungsional pada dasarnya harus mempunyai fungsi tertentu saat dicerna yang memberikan peran dalam proses tubuh tertentu seperti memperkuat mekanisme pertahanan tubuh, mencegah penyakit tertentu, membantu mengembalikan kondisi tubuh setelah sakit tertentu, menjaga kondisi fisik dan mental serta memperlambat proses penuaan.

Tak hanya itu saja, dr. Tan Shot Yen pun mengingatkan masyarakat untuk tidak lupa melakukan vaksinasi, dan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Lalu tingkatkan vaksinasi. dan setelah vaksinasi jangan keluyuran, jangan berkerumun, tetap pakai masker, cuci tangan pakai air dan sabun, dan jaga jarak fisik," tegasnya.[]