Lifestyle

Jangan Takut! Ini yang Harus Kamu Lakukan saat Dapat Pelecehan Seksual Online

Pelecehan seksual tidak hanya bisa terjadi secara langsung tapi juga secara online


Jangan Takut! Ini yang Harus Kamu Lakukan saat Dapat Pelecehan Seksual Online
Ilustrasi pelecehan seksual online

AKURAT.CO, Setelah Gofar Hilman, vokalis band D'Masiv, Rian Ekky Pradipta, dituding melakukan pelecehan seksual terhadap anak perempuan dari mendiang Denny Sakrie, yang merupakan penulis dan pengamat musik Indonesia. 

Kendati demikian, masih belum diketahui siapa yang mengunggah tudingan itu di akun resmi Twitter Denny Sakrie. Pasalnya, Denny Sakrie sendiri diketahui telah meninggal dunia pada 3 Januari 2015 lalu.

"Sebuah cerita. @RianEkkyP menggoda anak saya. Disuruh datang ke kamar hotelnya di Bali. Telepon pakai media inbox jam 3 pagi. Mau diselesaikan hari ini dan Rian udah menyanggupi malah ga datang. Chicken?" demikian tertulis pada akun @dennysakrie. 

Terlepas dari benar atau tidaknya cerita tersebut, kita mengetahui bahwa pelecehan seksual tidak hanya bisa terjadi secara langsung tapi juga secara online.

Dalam artikel "Kekerasan Seksual: Mitos dan Realitas" yang ditulis oleh Ratna Batara Munti, segala perbuatan apabila itu telah dianggap melanggar kesopanan/kesusilaan dapat dimasukkan sebagai perbuatan cabul. Unsur penting dari pelecehan seksual adalah adanya ketidakinginan atau penolakan pada apapun bentuk-bentuk perhatian yang bersifat seksual sehingga bisa jadi perbuatan seperti siulan, kata-kata, komentar yang menurut budaya atau sopan santun (rasa susila) setempat adalah wajar. Namun, bila itu tidak dikehendaki oleh si penerima perbuatan tersebut, maka perbuatan itu bisa dikategorikan sebagai pelecehan seksual. 

Beberapa jenis pelecehan seksual online adalah candaan atau lelucon seksual, dikirimi konten seksual tanpa persetujuan, menerima hinaan bentuk fisik, menerima rayuan seksual tanpa persetujuan, dan digosipkan tentang perilaku seksual. Pada saat kamu mendapatkan pelecehan seksual secara online, apakah yang harus kamu lakukan? 

Hal terpenting yang kamu lakukan adalah mendokumentasikan kejadian saat terjadi pelecehan seksual secara online. Ya, kamu perlu mencatat waktu dan kronologis kejadian, mengambil screenshot, atau merekam bukti-bukti kejadian. Ini dapat menjadi alat bukti yang sah jika dilaporkan kepada pihak yang berwajib.

Berikut AKURAT.CO uraikan beberapa hal yang bisa kamu lakukan saat mendapat pelecehan seksual secara online

Abaikan atau jangan dibalas

Jika kamu mendapat komentar atau pesan bernada seksual, disarankan untuk mengabaikannya. Kamu mungkin tergoda untuk membalas balik, sayangnya hal ini bisa menjadi masalah apabila kelak kamu ingin membawa kasus ini ke jalur hukum. Jadi, lebih baik abaikan saja dulu. 

Report atau lapor di media sosial

Di paltform media sosial, selalu tersedia fitur-fitur seperti block atau report. Misalnya saja, di Instagram ada fitur untuk memfilter kata-kata yang tidak diinginkan. Kamu juga bisa melaporkan konten-konten yang menganggumu. Manfaatkanlah fitur-fitur tersebut. 

Simpan bukti dan beri pelajaran

Tidak peduli apakah kamu mengenal orangnya atau tidak, jangan pernah takut untuk memberinya pelajaran. Apalagi jika pelaku sudah keterlaluan. Ya, kamu bisa membeberkan kelakuannya di media sosial. Pastikan kamu menyertakan bukti berupa screenshot. Ingatlah, pelaku bisa saja menghapus komentar atau pesannya, jadi sangat penting untuk langsung memiliki salinan bukti pelecehan yang dilakukannya.  Ini tidak hanya dibutuhkan saat kamu menceritakan kelakuannya  di media sosial, tapi juga bukti bila kamu ingin mengajukan tuntutan.

Laporkan 

Jangan pernah menganggap sepele pelecehan seksual online, Seperti jenis pelecehan seksual lainnya, ini juga bisa mengakibatkan trauma psikis. Bila pelecehan seksual yang kamu terima sudah mengakibatkan kehidupan sosialmu terganggu, jangan ragu untuk melaporkan ke lembaga bantuan hukum. Selain itu, kamu juga bisa melapor ke Komnas Perempuan, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan (P2TP2A) atau juga bisa ke kantor polisi yang memiliki Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (Unit PPA). 

Sementara untuk mengobati trauma, kamu bisa minta bantuan pada kerabat yang dipercaya atau profesional dapat membantu untuk mengatasi trauma akibat pelecehan seksual. Apabila dibutuhkan, jangan ragu untuk mendatangi psikolog pada rumah sakit terdekat.[]

Azhar Ilyas

https://akurat.co