Lifestyle

Jangan Sembarangan Selimuti Si Kecil

Memberikan selimut pada bayi, ternyata dapat membahayakan bagi si Kecil. Salah satunya, meningkatkan risiko SIDS pada bayi.


Jangan Sembarangan Selimuti Si Kecil
Ilustrasi bayi (INSTAGRAM/infia_fact)

AKURAT.CO, Saat malam hari, suhu ruangan bisa menjadi lebih dingin, terlebih ketika kamar Si Kecil menggunakan kipas angin atau AC. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berinisiatif menyelimuti bayi agar tak kedinginan saat tertidur.

Namun menurut beberapa penelitian, memberikan selimut ternyata dapat membahayakan si Kecil. Salah satunya, meningkatkan risiko SIDS (sudden infant death syndrome) atau mati secara mendadak hingga lima kali lipat. Hal ini pun terlepas dari posisi tidur dan penggunaan bantal pada bayi saat tidur.

Faktor berbahaya ini terjadi karena Si Kecil yang usianya masih hitungan bulan sangat aktif, termasuk saat sedang tidur. Gerakan yang timbul dari kaki dan tangannya bisa menyikap selimut, yang secara tidak sengaja menutupi bagian wajahnya sehingga bayi menjadi kesulitan bernafas bahkan tercekik.

Oleh karena itu,apabila tidak segera dibenahi, bayi bisa mati lemas karena kesulitan bernapas tersebut. Ternyata, bahan dan tingkat ketebalan selimut bisa saja menyebabkan kondisi ini terjadi pada Si Kecil.

Oleh sebab itu, pemakaian selimut pada bayi saat tidur tidak dianjurkan. Sebagai gantinya, Ayah dan Bunda bisa mengatur suhu udara di kamar si Kecil agar tetap sejuk selama dia tidur, dengan menggunakan AC atau kipas dengan suhu ruangan dan jangan paparkan langsung ke seluruh badan bayi. Biarkan ruangan terasa sejuk saja.

Selain itu, Ayah dan Bunda juga bisa menggunakan kantung tidur, yang tetap melindungi bayi dari dingin tetapi Si Kecil bisa bergerak bebas.

American Academy of Pediatrics (AAP), juga menyarankan para orangtua agar tidak menidurkan bayi dengan selimut sampai minimal usianya 12 bulan atau satu tahun, termasuk untuk tidak meletakkan benda apapun di sekitar tempat tidur bayi, seperti bantal, guling, mainan, atau boneka.

Sebab, setelah bayi berusia 12 bulan, umumnya si Kecil sudah dapat berguling sendiri untuk berganti posisi tubuh dan memiliki kendali motorik tangan yang cukup baik, guna memindahkan selimut dari wajahnya. Namun begitu si Kecil sudah berusia 12 bulan dan cukup aman untuk memakai selimut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan selimut, antara lain:

Ukuran selimut bayi

Selimut bayi berukuran besar dapat berisiko mencekik dan menyebabkan bayi mati lemas, termasuk pada bayi yang telah menginjak usia 12 bulan. Sebaiknya, gunakan selimut bayi ukuran kecil yang tidak berisiko mencekik atau melilit lehernya. 

Bahan selimut bayi

Pilihlah kain selimut yang terbuat dari bahan katun yang tipis dan lembut daripada jenis kain selimut yang tebal. Penggunaan selimut berkain tebal sebaiknya disarankan untuk anak-anak yang lebih besar, di mana mereka sudah memiliki kendali sensorik yang lebih baik dibandingkan bayi.

Jika bayi sudah cukup aman untuk menggunakan selimut saat tidur, pastikan Ayah dan Bunda menempatkan selimut tidak lebih tinggi dari dada bayi atau cukup mengikatnya pada kedua sisi boks bayi.[]