Lifestyle

Jangan Sembarangan Mengguncang Bayi, Yuk Pahami Bahaya Shaken Baby Syndrome

Shaken baby syndrome adalah cedera otak serius yang diakibatkan oleh guncangan paksa pada bayi atau balita.


Jangan Sembarangan Mengguncang Bayi, Yuk Pahami Bahaya Shaken Baby Syndrome
Bayi yang menggunakan popok (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Shaken baby syndrome atau sindrom bayi terguncang adalah cedera otak serius yang diakibatkan oleh guncangan paksa pada bayi atau balita. Kondisi ini paling sering terjadi pada anak-anak di bawah dua tahun, tetapi dapat terlihat pada anak-anak hingga lima tahun.

Menurut data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sekitar 95 persen cedera otak dan 64 persen cedera kepala pada anak berusia kurang dari satu tahun penyebabnya adalah kekerasan termasuk shaken baby syndrome.

Meskipun hanya mendapat guncangan beberapa detik saja, Si Kecil bisa mengalami sindrom ini. Ketika bayi atau balita terguncang, otak menghantam bagian dalam tengkorak berulang kali. Vena besar di sepanjang bagian luar otak dapat robek, menyebabkan  memar otak (cerebral contusion), pembengkakan, tekanan, dan pendarahan di otak dan retina. Shaken baby syndrome juga menghancurkan sel-sel otak anak dan mencegah otaknya mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi. 

baca juga:

Mengguncang bayi atau anak kecil dapat menyebabkan cedera lain, seperti kerusakan pada leher, tulang belakang, dan mata. Shaken baby syndrome adalah bentuk kekerasa anak yang dapat mengakibatkan kerusakan otak permanen atau kematian.

Gejala bayi yang mengalami shaken baby syndrome tidak dapat langsung terlihat. Adapun beberapa gejala yang bisa dilihat dengan mata awam diantaranya : 

  • Rewel atau lekas marah yang ekstrem.
  • Kesulitan untuk tetap terjaga.
  • Lesu.
  • Masalah pernapasan.
  • Muntah.
  • Kulit pucat atau kebiruan.
  • Kejang.
  • Kelumpuhan.

Lebih lanjut, Moms mungkin tidak melihat tanda-tanda cedera fisik pada tubuh luar Si Kecil. Misalnya, pendarahan di otak dan mata, kerusakan sumsum tulang belakang, dan patah tulang rusuk, tengkorak, kaki, dan tulang lainnya. 

Dalam beberapa kasus shaken baby syndrome ringan, seorang anak mungkin tampak normal setelah diguncang. Tetapi seiring waktu ia dapat mengalami sejumlah masalah dan memerlukan perawatan medis seumur hidup untuk kondisi seperti:

  • Kebutaan sebagian atau total.
  • Kesulitan mendengar.
  • Keterlambatan perkembangan, masalah belajar atau perilaku. 
  • Disabilitas intelektual, yang menyebabkan kesulitan belajar bicara, atau mungkin tidak mampu merawat dirinya sendiri di masa depan.
  • Mmengalami gerakan otot yang tidak terkontrol dan tidak dapat berbicara, melihat, atau berinteraksi secara normal.
  • Palsi serebral,  dengan kekakuan otot yang menyebabkan gerakan-gerakan tubuh yang canggung.

“Kerusakan pada otak dapat bersifat permanen, misalnya kerusakan yang berdampak pada kebutaan parsial atau total, gangguan pendengaran, kejang berulang, keterlambatan perkembangan, gangguan bicara, gangguan belajar, gangguan memori dan fokus,” ujar dr. Rosary, Dokter Spesialis Anak.

Cari bantuan segera jika Moms mencurigai Si Kecil terluka oleh guncangan hebat. Hubungi dokter atau bawa anak Anda ke ruang gawat darurat terdekat. Mendapatkan perawatan medis secepat mungkin dapat menyelamatkan hidup Si Keci atau mencegah masalah kesehatan yang serius.

Untuk mendiagnosis shaken baby syndrome, dokter akan melakukan CT scan atau MRI kepala, serta  wawancara mendalam dengan orang yang mengasuh anak sehari-harinya.[]