Ekonomi

Jangan sampai tertukar, ini bedanya Quick Commerce dan E-Commerce

Di zaman sekarang masyarakat lebih menyukai sesuatu yang instan baik itu berupa produk makanan dan minuman, pengiriman barang, bahkan berbelanja sekalipun


Jangan sampai tertukar, ini bedanya Quick Commerce dan E-Commerce
Ilustrasi kurir/ driver Quick Commerce (pelakubisnis.com)

AKURAT.CO - Di dunia termasuk Indonesia tren itu datang dan pergi dan pastinya tidak ada yang bertahan untuk selamanya. Di zaman yang serba cepat ini masyarakat lebih menyukai segala sesuatu yang instan dan cepat baik itu berupa produk makanan dan minuman, pengiriman barang, bahkan berbelanja sekalipun.Quick commerce, sebuah istilah dan tren baru yang muncul akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak akhir tahun 2019 hingga sekarang, sedang tumbuh berkembang dan secara tidak langsung sudah menjadi bagian dari aspek kehidupan kita.

Tapi apa itu quick commerce? Mengapa bisa tumbuh sedemikian pesat? Dan apa bedanya dengan e-commerce?

Apa Itu Quick Commerce?

baca juga:

Quick commerce atau juga dikenal dengan q-commerce adalah model bisnis yang unik dan berkembang dimana jeda waktu antara order dan pengiriman order lebih cepat dari pada e-commerce. Biasanya quick commerce akan mengantarkan pesanan pelanggannya 1x24 jam bahkan bisa selang beberapa menit saja setelah orderan tersebut dibuat. Quick commerce biasanya menjual kebutuhan sehari-hari, seperti sayuran, obat-obatan dlll dan pesanan perpelanggan itu tidak terlalu banyak.

Bagaimana Quick Commerce Menggantikan e-Commerce saat ini?

Secara sederhana dapat dikatakan bahwa selama pandemi berlangsung, saat pengantaran barang belum bisa memberikan solusi untuk permasalahan masyarakat yang membutuhkan barang kebutuhan sehari-hari yang sampai di hari yang sama saat dipesan, sebuah model bisnis yang baru bernama q-commerce diperkenalkan. Model ini mengandalkan model bisnis pengantaran barang yang sangat cepat yang mempersingkat operasi logistik dan menyediakan pengantaran tepat waktu, antara 10 hingga 30 menit saja untuk setiap orderan. 

Usai pandemi, kebutuhan atas pengantaran yang cepat mulai menargetkan bisnis makanan dan barang eceran karena dua industri ini sangat terkena dampak buruk selama Covid-19. Kedua industri tersebut perlu beradaptasi untuk terus berjalan dengan sukses, yang mendukung munculnya quick commerce ini. Banyak bisnis yang berubah menjadi toko-toko online. 

Sejumlah Pemain Utama pada Quick Commerce

Berbagai brand-brand besar telah mengalami pertumbuhan cukup pesat dengan menggabungkan quick commerce ke dalam bisnis mereka. Penjualan produk mereka jadi meningkat tajam dibandingkan periode-periode sebelumnya. Bahkan saat ini di Indonesia, sudah banyak perusahaan startup yang mulai menerapkan quick commerce untuk mendukung kecepatan dan kelancaran pengiriman produk-produk mereka kepada para pelanggan. 

Di Indonesia sendiri, pemain utama yang mendukung pengantaran logistik untuk quick commerce mulai tumbuh subur. Mereka bersaing satu sama lain untuk mengantarkan pesanan atau orderan kepada para pelanggannya tidak lebih dari 1 jam saja jika bisa dalam hitungan menit saja. Jika para pembeli memesan makanan dari sebuah restoran, pastinya mereka lebih suka menyantapnya dalam keadaan masih panas atau hangat. Bukan begitu?

Para pemain top di Indonesia yang dapat diandalkan untuk mendukung quick commerce antara lain adalah Ninja Xpress dan Shopee Xpress, yang digunakan oleh berbagai e-commerce populer di tanah air.  

Perbedaan Antara Q-Commerce dan E-Commerce:

Ada beberapa perbedaan antara q-commerce dan e-commerce sebagai berikut:

1. Waktu pengiriman dan pengantaran

Perbedaan yang paling gampang  antara q-commerce dan e-commerce adalah durasi waktu pengirimannya. Q-commerce biasanya menawarkan durasi waktu yang dapat mencapai hitungan menit saja, tapi durasi e-commerce lebih lama yaitu dalam hitungan jam atau bahkan hari.

2. Teknik pengantaran

E-commerce biasanya menggunakan kendaraan yang lebih besar untuk mengirimkan produk, sementara q-commerce seringkali menggunakan kendaraan roda dua, seperti motor, sepeda atau bahkan scooter. 

3. Daftar harga

Pada e-commerce terdapat satu daftar harga global sementara harga pada q-commerce bisa jadi bervariasi.  

4. Masa Depan Q-Commerce

Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku belanja para pelanggan secara keseluruhan. Dalam beberapa tahun belakangan ini, sebagian besar pelanggan sudah mulai berbelanja secara online dibandingkan via toko offline. Karena itu tak heran apabila q-commerce meraih popularitas dan penggunaannya semakin tumbuh berkembang. 

Terlebih lagi, semakin banyak perusahaan besar di Indonesia yang memperluas armada pengiriman cepat mereka untuk memenuhi permintaan pada jasa pengantaran quick commerce dan online. Bahkan pengantaran yang lebih canggih dan efisien via drone juga dapat saja dilakukan di masa depan.