Rahmah

Jangan Sampai Salah! Begini yang Harus Dilakukan terhadap Orang yang Baru Meninggal

Kematian merupakan salah satu dari rahasia Allah SWT. Kepada siapa saja dan kapan saja bisa mengakhirinya.


Jangan Sampai Salah! Begini yang Harus Dilakukan terhadap Orang yang Baru Meninggal
Ilustrasi jenazah (pinterest.com)

AKURAT.CO  Sebagian dari kita mungkin pernah mendapat kabar kematian secara tiba-tiba. Hal itu sontak membuat kita terkejut dan seakan tidak percaya. Padahal seseorang yang meninggal tesebut, pada beberapa jam lalu masih bertemu dan menyapa tetangganya. 

Kematian merupakan salah satu dari rahasia Allah SWT. Karena datangnya tidak bisa ditebak. Kapanpun, dimana pun, dalam kondisi apapun dan juga kepada siapapun bisa menghampirinya.

Ketika sedang bersama orang lain, kita tidak pernah tahu siapa yang akan lebih dulu menemui ajalnya. Yang sakit sesegera mungkin menyiapkan diri, yang sehat juga tak perlu berbangga hati. Yang tua telah mendekati masa, yang muda tak mesti panjang umurnya.

Lantas bagaimana bila secara kebetulan ketika ada orang yang meninggal dunia kita sedang ada di sisinya. Apa yang mesti dilakukan terhadap orang yang baru saja mengembuskan nafas terakhirnya?

Para ulama di dalam berbagai kitab karangannya banyak menuturkan hal ini. Dalam kitab al-Fiqhul Manhaji Dr. Musthafa Al-Khin menyimpulkan ada 4 (empat) hal yang mesti dilakukan ketika mendapati seseorang baru saja meninggal dunia. Keempat hal itu adalah:

Pertama, memejamkan kedua matanya dan mengikat dagunya dengan serban atau sejenisnya agar mulutnya tidak membuka terus. Mata orang yang meninggal kadang terbuka karena ketika ruh dicabut dan keluar dari jasad pandangannya tertuju pada keluarnya ruh tersebut. Ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim:

دَخَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي سَلَمَةَ وَقَدْ شَقَّ بَصَرُهُ، فَأَغْمَضَهُ ثُمَّ قَالَ إِنَّ الرُّوحَ إِذَا قُبِضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ

Artinya: “Rasulullah masuk menemui Abu Salamah (yang baru meninggal, pen.) dalam keadaan matanya terbelalak, maka beliau memejamkannya, kemudian beliau bersabda, “Sesungguhnya ruh itu bila dicabut maka pandangan mata akan mengikutinya,".

Kedua, melemaskan persendian-persendiannya dan mengembalikannya ke tempat masing-masing. Melemaskan lengan bawah dengan menekuk dan menjulurkannya ke lengan atas. Demikian pula dengan kedua kakinya.

Ketiga, meletakkan sesuatu yang berat di atas perutnya agar tidak mengembung sehingga tidak enak dipandang, sebagaimana disunahkan menutup semua badan dengan menggunakan kain yang tipis.

Keempat, disunahkan melepas semua pakaian yang dikenakan dan meletakkan si mayit di atas ranjang atau tempat lainnya yang lebih tinggi dari tanah. Juga disunahkan menghadapkannya ke arah kiblat seperti pada waktu sekarat. Akan lebih baik bila yang melakukan hal itu adalah orang yang paling mengasihinya dari keluarga yang bermahram dengannya. Wallahu A'lam.[]

Sumber: Nu Online