Lifestyle

Bukan Sore Hari, Ini Waktu yang Tepat untuk Ngopi

Bagi banyak orang, kopi adalah minuman pelengkap rutinitas pagi yang tak boleh ditinggalkan. Ternyata waktu minum kopi bukan dipagi hari atau sore hari


Bukan Sore Hari, Ini Waktu yang Tepat untuk Ngopi
Ilustrasi sedang minum kopi (Unsplash)

AKURAT.CO, Bagi banyak orang, kopi adalah minuman pelengkap rutinitas pagi yang tak boleh ditinggalkan. 

Namun untuk mendapat efek energi optimal dari kopi, waktu terbaik untuk meminumnya bukan saat bangun tidur.

Seperti diketahui, kopi mengandung kafein yang bersifat stimulan yang dapat meningkatkan kadar kortisol. Kortisol adalah hormon stres utama tubuh yang membantu mengatur metabolisme, sistem kekebalan tubuh, dan gula darah di antara fungsi lainnya. 

baca juga:

Tingkat kortisol secara alami melonjak dan mencapai puncaknya sekitar 30 hingga 45 menit setelah bangun tidur. Karena kortisol merangsang metabolisme, itu membuat energi dan kewaspadaan meningkat selama waktu ini.

Untuk menghindari lonjakan kortisol yang besar, minumlah secangkir kopi pertama sekitar satu jam setelah bangun.

"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kortisol dari tidur masih tinggi ketika pertama kali bangun, jadi lebih baik menunggu meminumnya di pagi hari ketika kortisol lebih rendah," ujar Ahli Gizi, Lauren Slayton yang dikutip Akurat.co dari Livestrong, pada Rabu, (17/11).

Namun, apabila sebagian orang memulai hari mereka dengan kopi, sementara yang lain memanfaatkannya ketika membutuhkan energi ekstra, seperti sebelum berolahraga.

"Efek kopi terasa segera setelah meminumnya. Jadi, jika ingin meningkatkan olahraga atau memiliki pekerjaan penting yang harus dilakukan, saya sarankan untuk minum kopi 30 menit sebelumnya," sambungnya.

Dilansir dari laman Neuroscience & Biobehavioral Reviews, minum kopi sebelum berolahraga dapat memberi lebih banyak energi, membantu fokus dan koordinasi, serta mengurangi persepsi rasa sakit.

Kopi juga jadi minuman populer ketika perlu merasa ekstra fokus sebelum tugas penting, seperti sebelum ujian atau presentasi besar di tempat kerja, atau ketika tidak tidur semalaman tapi harus bekerja.

Namun jangan berlebihan meminumnya. Food & Drug Administration (FDA) Amerika Serikat merekomendasikan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 400 miligram kafein per hari, atau sekitar 4 atau 5 cangkir kopi. 

Untuk orang yang memiliki intoleransi atau sensitivitas kafein, sebaiknya menurunkan atau menghindarinya sama sekali. 

“Kami menyarankan orang-orang untuk meminum maksimal dua cangkir kopi dan kemudian minum teh hijau atau matcha jika mereka menginginkan tambahan energi,” kata Slayton.

"Terlalu banyak kopi dapat menyebabkan kecemasan yang tidak dapat dijelaskan, insomnia, kortisol tinggi dan kegelisahan," sambungnya.

Lalu, jangan minum kopi di sore hari karena dapat memengaruhi kualitas tidur. Kafein memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja, tetapi salah satu efek samping dari kafein adalah susah tidur.[]