Lifestyle

Jangan Ragu Menggendong Si Kecil, Bau Tangan Hanya Mitos Kok!

Bayi bau tangan hanyalah mitos belaka. Jadi, Moms tidak perlu takut atau membatasi diri untuk menggendong anak karena itu sebenarnya punya banyak manfaat.


Jangan Ragu Menggendong Si Kecil, Bau Tangan Hanya Mitos Kok!
Ilustrasi - Sering menggendong bayi tidak akan menyebabkan bau tangan (Freepik/cookie_studio)

AKURAT.CO, Menangis adalah cara bayi berkomunikasi dengan orangtuanya. Bayi akan menangis saat dirinya merasa lapar, mengantuk, buang air besar, kegerahan, atau tidak aman dan masih banyak lagi. Sebagai orangtua, Moms tentu akan langsung mengendong dan memeluk Si Kecil untuk menenangkannya. 

Namun, sebagian orang mungkin akan menganjurkan Moms agar tidak sering mengendong Si Kecil. Itu dipercaya bisa membuat Si Kecil terbiasa dengan bau tangan. Istilah bau tangan sendiri merujuk pada perilaku bayi yang manja, ingin digendong terus-menerus, hanya berhenti menangis pada saat digendong, atau tidak mau digendong oleh orang lain selain ibunya. 

Namun, benarkah anak yang sering digendong akan bau tangan?

Ternyata itu hanya mitos belaka, Moms.

Bayi tidak akan menjadi manja karena sering digendong. Menurut Dokter Meta Hanindita, Sp.A, menggendong atau memberikan respon pada bayi yang menangis bukan berarti memanjakannya atau membuatnya ketergantungan. Moms hanya memenuhi kebutuhan Si Kecil di saat yang tepat sehingga dia menjadi tenang dan merasa aman.  

"Mitos aja kok itu. Pada intinya, yang namanya anak kecil kan memang inginnya menempel terus terutama pada orangtua atau pengasuhnya, karena memang mencari kenyamanan dan keamanan dari orang yang dikenal," tutur dr Meta dikutip AKURAT.CO pada Selasa, (26/10/2021). 

Alih-alih membatasi, sejumlah ahli bahkan menganjurkan agar Si Kecil sering digendong. Penelitian membuktikan bayi yang sering digendong mendapatkan banyak keuntungan untuk perkembangan otak dan tubuhnya, termasuk pernapasan dan detak jantung yang lebih teratur, suhu tubuh yang stabil.

Bayi juga akan merasa diperhatikan, berharga, dicintai dan dirawat dengan penuh kasih. Tak hanya itu saja, ini bisa mempererat ikatan antara ibu dan anak.

Sebaliknya, ketika Si Kecil menangis tapi tidak mendapatkan respons, dia bisa merasa tak ada yang bisa dipercaya atau melindunginya. Ini akan memunculkan mistrust. Ini biasanya terjadi pada anak usia 0 bulan hingga 18 bulan.

Oleh sebab itu, dr. Cynthia Rindang Kusumaningtyas, Sp.A, mengajurkan Moms untuk tidak ragu menggendongnya, apalagi saat dia sedang menangis. 

“Tidak perlu khawatir bayi akan terus-menerus minta digendong. Pada saatnya nanti, bayi sudah lebih aktif dan dapat berjalan sendiri, maka ia tidak lagi akan terlalu sering minta digendong oleh orangtuanya,” pungkas Cynthia.

Jadi, Moms tidak perlu khawatir Si Kecil menjadi bau tangan hanya karena sering digendong. Itu hanya mitos belaka. Sebab, pada dasarnya bayi memang akan sering menangis, yang berarti dia membutuhkan kehadiran Moms.

Nikmatilah saat-saat dimana Moms bisa bebas mengendong Si Kecil. Perlu diingat bahwa seiring bertambah usia bayi, sebaiknya kurangi frekuensi menggendong.[]