Ekonomi

Jangan Ragu Soal Stok, Kementan Pastikan Panen Jagung Merata di Setiap Daerah

Beberapa wilayah sentra jagung mulai melakukan panen raya dan menunjukkan  ke publik bahwa jagung masih melimpah pasokannya.


Jangan Ragu Soal Stok, Kementan Pastikan Panen Jagung Merata di Setiap Daerah
Petani mengupas tongkol jagung sebelum dipanen di Desa Joresan, Mlarak, Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (12/11). Menurut petani di wilayah tersebut, sebagian besar petani terpaksa menjual jagung dalam kondisi basah seharga Rp2.800 per kilogram atau Rp900 lebih rendah dibandingkan harga kering Rp3.700 per kilogram, karena banyak petani tak bisa menjemur hasil panen karena terkendala cuaca yang sering mendung dan hujan. (ANTARA FOTO/Siswowidodo/aww/17)

AKURAT.CO Kementerian Pertanian mengatakan beberapa wilayah sentra jagung mulai melakukan panen raya dan menunjukkan ke publik bahwa jagung masih melimpah pasokannya.

Laporan dari petugas dinas pertanian, penyuluh maupun petani yang masuk melaporkan bahwa semakin banyak lahan jagung siap panen beberapa waktu ke depan.

Dari Kabupaten Banyumas, Pejabat Dinas tanaman pangan, Widyarto, menyebutkan panen September diperkirakan 650 hektar dan bulan Oktober 800 hektar. Dengan provitas 6,5 ton dan harga pipilan kering Rp 5.400 menurutnya cukup bagus meningkatkan pendapatan petani. 

Di kabupaten Tangerang Kepala Dinas Pertanian, Aziz Gunawan pun melaporkan. Panen minggu ini masih ada total 35 ha menyebar spot-spot di kecamatan.

Ada juga beberapa wilayah yang masih panen seperti di Majalengka saat ini panen 75 hektar, Pekalongan panen 50 hektar, Blora dengan luasan 50 hektar, Poktan dengan luasan 55 hektar. 

Supriadi, petugas penyuluh dari desa Crewek Kecamatan Keradenan Grobogan mengatakan di wilayahnya jagung kurang lebih 130 hektar saat ini kondisi tanaman siap panen.

“Alhamdulilah harga jagung kami dibeli dengan harga yang bagus. kami mohon keberpihakan Pemerintah kepada kami untuk menolong menjaga kestabilan karena wilayah kami saat ini petani sedang bahagia dengan panen yang bagus dan harga tinggi. Selama ini baru kali ini kami merasakan keuntungan tanam jagung,” katanya lewat siaran pers, Jumat (24/9/2021).

Senada Kepala BPP Brebes melaporkan dari lokasi panen. Total luas panen 25 hektar bulan ini, bulan depan di Kecamatan Songgong ini 250 ha. Puncaknya Oktober 400 hektar. Bahkan bulan Oktober sampai November ada 500 hektar lagi di lahan tegal bawah hutan.

Sementara itu, Ismail Wahab Direktur Serealia, Ditjen Tanaman Pangan menegaskan, September hingga Oktober adalah masa panen jagung yang ditanam di lahan sawah.