Ekonomi

Jangan Ragu Ingin Mulai Usaha, KUR Siap Mendukung

Merintis usaha baru di tengah pandemic Covid-19 adalah suatu keniscayaan, baik usaha skala mikro dan kecil.


Jangan Ragu Ingin Mulai Usaha, KUR Siap Mendukung
Pekerja menata barang dagangan di kios sentra kerajinan berbahan rotan di kawasan Pondok Gede, Jakarta Timur, Senin (13/9/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Merintis usaha baru di tengah pandemic Covid-19 adalah suatu keniscayaan, baik usaha skala mikro dan kecil. Ketika ada niat serius dan keberanian memulai usaha, pemerintah turut memberikan dukungan melalui akses pembiayaan bersuku bunga yang sangat murah dan cepat lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR).   

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Teten Masduki mengatakan KUR sebagai layanan pembiayaan dihadirkan pemerintah kepada pelaku UMKM yang sebenarnya punya prospek  berkembang namun belum bankable. 

“Pemerintah senantiasa ada di samping usaha-usaha kerakyatan untuk mendukung pelaku usaha baik dari sisi permodalan maupun manajemen usaha dan kemudahan mendapatkan legalitas. Jangan ragu untuk mulai berwirausaha, terlebih generasi muda yang kesempatannya sangat luas,” kata Menteri Teten, Jumat (3/12/2021).

MenKopUKM mengatakan pembiayaan KUR merupakan program prioritas pemerintah untuk UMKM yang alokasinya dari tahun ke tahun semakin meningkat. Realisasi KUR hingga 30 November 2021 mencapai Rp263,22 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritas KUR disalurkan untuk usaha mikro dan kecil.

Data menunjukkan penyaluran KUR Super Mikro sebesar Rp9,71 triliun  untuk 1.104.917 debitur dan KUR Mikro mencapai Rp166,11 triliun disalurkan kepada 5.418.549 debitur, adapun KUR Kecil tercatat Rp87,37 triliun yang diterima 446.730 debitur. 

MenKopUKM mengatakan penempatan KUR tidak hanya melalui perbankan, namun juga lewat koperasi. Sehingga usaha mikro dan kecil di manapun dapat mengakses KUR tanpa kesulitan, termasuk lewat koperasi. 

Hal itu telah dialami oleh Yohanes Yufrik Uni, dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.  Yufrik, demikian panggilannya,  semula adalah sales produk makanan namun karena keberaniannya kemudian banting stir membuka usaha warung kopi di Desa Lusitada, Kecamatan Nita, Sikka.

Penghasilannya sebagai sales tidak mencukupi apalagi pandemi membuat penghasilannya menurun drastis. Untuk menutupi kebutuhan keluarganya dengan 3 orang anak yang masih bersekolah di SD dan SMP jauh dari cukup.

“Dengan ijin isteri saya mengundurkan diri sebagai sales dan memberanikan diri merintis usaha warung kopi kecil-kecilan di pinggir Jalan Trans Flores yang menghubungkan Maumere dan Ende,” kata Yufrik.