Rahmah

Jangan Pernah Tinggalkan Zikir Walau dalam Hati, ini Sebabnya

Zikir bisa menghidupkan hati kapan pun


Jangan Pernah Tinggalkan Zikir Walau dalam Hati, ini Sebabnya
Ilustrasi tasbih (Quran Reading)

AKURAT.CO Zikir adalah upaya yang dilakukan oleh setiap orang Islam untuk selalu mengingat Allah. Zikir bisa dilakukan dengan diucapkan secara keras (jahr) maupun secara pelan (sirri). Membaca zikir akan menenangkan jiwa dan pikiran.

Syekh Burhanuddin As-Syadzili Al-Hanafi, dalam Ihkamul Hikam fi Syarhil Hikam, halaman 51, tegas mengatakan bahwa zikir dapat menjadikan jiwa-jiwa yang suci. Kesucian seseorang tergantung sejauh mana ia berzikir.

أقول الذكر المأمور به من الأستاذ سواء كان قولك "لا إله إلا الله" أو "الله" أو غير ذلك بحسب ما يراه هو مفتاح لِبَاب لُباب شهوده ووجود وحدة المذكور وأصل أصول وصول الأرواح والأسرار إلى حضرات الحضور 

Artinya: “Menurut saya, dzikir yang diperintahkan ustadznya apakah itu ‘Lâ ilâha illallâh’, ‘Allâh’, atau dzikir lainnya sesuai pertimbangan kemaslahatan ustadz adalah kunci pintu ruang utama penyaksian Allah, penyatuan dengan-Nya, pokok dari fondasi kehadiran (wushul) jiwa-jiwa suci di majelis Allah nan suci lagi mulia."

Syekh Zarruq, dalam Syarhul Hikam, juga menegaskan bahwa zikir adalah obat bagi hati yang mati. Dengan berzikir, hati seseorang akan terus hidup dan terhindar dari kematian hati karena enggan mengingat Allah SWT.

تنبيه: الذكر حياة القلب والغفلة موته وغايتها تنتهى لاستحسان القبيح ومبدأ ذلك نسيان قبحه 

Artinya, “Peringatan: dzikir itu menghidupkan hati. Lalai itu mematikan hati. Sementara puncak dari kelalaian itu nanti berakhir pada menganggap baik sesuatu yang sebenarnya adalah tidak baik. Sedangkan awal dari semua itu adalah lupa atas ketidakbaikan hal itu."

Syekh Syarqawi, dalam Syarhul Hikam, jilid 1, halaman 40, juga menegaskan bahwa meninggalkan zikir adalah sama dengan ingin jauh dari Allah SWT. Ia mengatakan:

لأن ترك الذكر فيه بعد عن الله تعالى بالقلب واللسان بخلاف الذكر فإنك إن بعدت عنه بقلبك فأنت قريب بلسانك فعليك أن تذكر الله به وإن كان قلبك غافلا حال الذكر... فعلى المريد القيام بالأسباب ومن الله الوصول ورفع الحجاب 

Artinya: “Tidak dzikir itu tanda jauh dari Allah baik secara hati maupun lisan. Lain halnya dengan dzikir karena meskipun hatimu jauh dari Allah, lisanmu tetap dekat dengan-Nya karena itu kau tetap harus menyebut nama Allah sekalipun hatimu lalai terhadap-Nya saat dzikir... (untuk sampai ke sana) seorang murid hanya berkewajiban menjalani sebab (sebagai syariat), sementara kesampaian dan terangkatnya hijab adalah wewenang Allah."

Yuk, jangan pernah tinggalkan zikir. Lakukan zikir walau dengan cara sirri, melakukan dengan pelan dalam hati. Insya Allah dengan begitu Anda tidak akan jauh dari Allah SWT. Amin.[]

Sumber: NU Online