Lifestyle

Jangan Panik, Begini Cara Atasi Ruam Popok pada Bayi

Apa yang harus dilakukan Ayah dan Bunda, bila menemukan si Kecil mengalami ruam popok?


Jangan Panik, Begini Cara Atasi Ruam Popok pada Bayi
Ilustrasi bayi menggunakan popok (India.com)

AKURAT.CO, Ruam popok adalah kondisi iritasi pada kulit bayi di area yang tertutup popok. Ruam popok merupakan kondisi yang umum terjadi pada Si Kecil yang masih bayi. 

Dilansir dari laman Kids Health, kondisi ruam popok biasanya ditandai dengan bercak kemerahan, kulit kering dan terlihat melepuh, serta luka lecet pada bokong, paha maupun alat kelamin Si Kecil. Tanda lainnya adalah bayi tampak kesakitan saat salah satu area kulitnya teraba. 

Ruam popok pada anak memang tidak sampai mengancam jiwa, tetapi akan sangat mengganggu dan menyebabkan si Kecil rewel. 

Daerah bokong dan lipat paha merupakan area yang lembab karena tertutupi popok, sehingga mudah terjadi ruam popok. Ruam popok cukup sering terjadi pada bayi baru lahir.

Apa yang harus dilakukan Ayah dan Bunda, bila menemukan si Kecil mengalami ruam popok?

Sementara pakai popok kain

Dikutip dari laman Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bila Ayah dan Bunda menemukan kulit kemerahan pada area bokong si Kecil. Pertama-tama, sementara waktu jangan dipakaikan popok sekali pakai (disposable) untuk mengurangi risiko kontak dengan bahan yang mudah menyebabkan iritasi. 

Penggunaan popok sekali pakai ini, menyebabkan orang tua jarang mengganti popok karena popok sekali pakai memiliki kapasitas penyerapan yang lebih besar. Akibatnya, kulit mengalami kontak lebih lama oleh air seni dan feses bayi. Anak bisa dipakaikan popok kain dahulu beberapa waktu hingga kulit kemerahnnya menghilanh.

Jangan sisakan sabun dan detergen di popok kain

Untuk anak yang memiliki kulit yang sangat sensitif, perlu diperhatikan cara mencuci popoknya. 

Ketika mencuci popok kain, usahakan jangan menyisakan sabun atau deterjen. Sisa sabun atau deterjen pada popok juga dapat mengiritasi kulit anak. 

Lebih aman, bila mencuci popok menggunakan detergent khusus mencucui pakaian bayi.

Jika terpaksa, ganti popok sekali pakai setiap 4 jam sekali

Bila si Kecil terpaksa memakai popok sekali pakai, popok harus segera diganti bila anak buang air kecil atau buang air besar. Setiap 4 jam sekali, popok sudah harus diganti. 

Semakin lama area yang mengalami ruam kontak dengan air seni atau feses, iritasi akan semakin berat dan ruam menjadi bertambah parah.

Jangan menggunakan tisu basah mengandung alkohol

Perawatan kulit si Kecil harus dilakukan secara rutin. Kulit yang mengalami ruam dapat dibersihkan dengan cara dibilas dengan air, kemudian bersihkan area bokong dengan menggunakan kasa atau kapas bayi. 

Hati-hati bila menggunakan tissue basah yang mengandung alkohol. Tissue basah yang mengandung alkohol dapat menyebabkan ruam menjadi nyeri dan semakin merah. 

Gunakan salep mengandung zinc

Salep yang mengandung zinc dapat diberikan sebagai langkah awal untuk mengurangi ruam popok. Salep yang mengandung zink dapat membantu memperbaiki kondisi kulit yang rusak akibat ruam popok.

Bila Ayah dan Bunda sudah melakukan langkah-langkah di atas dalam 2-3 hari, biasanya akan tampak perbaikan dari ruam popok. Akan tetapi, bila tidak ada perbaikan atau ruam semakin luas, kemungkinan ruam popok telah mengalami infeksi sekunder dan Ayah dan Bunda perlu berkonsultasi ke dokter.[]