News

Jangan Meragukan Jokowi, Tiga Kali Beri Arahan Kasus Brigadir J Diusut Tuntas

"Tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini.."

Jangan Meragukan Jokowi, Tiga Kali Beri Arahan Kasus Brigadir J Diusut Tuntas
Presiden Joko Widodo berbincang dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung sesaat sebelum melantik Andika Perkasa menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Kamis 22 November 2018. (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Masyarakat diminta untuk tidak meragukan komitmen Presiden Joko Widodo terkait proses hukum kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J. 

Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung menegaskan bukan hanya sekali Jokowi selaku kepala negara dan kepala pemerintahan menyampaikan arahan agar kasus tewasnya Brigadir J diusut tuntas.

"Kan Presiden sudah tiga kali menyampaikan dan penyampaiannya sudah sangat terbuka, jangan ada yang ditutup-tutupi, buka apa adanya. Itu kan arahan Presiden," kata Pramono kepada wartawan di kompleks Istana, Jakarta, Senin (8/8/2022).

baca juga:

Pramono kembali menyampaikan, arahan disampaikan berulang-ulang oleh Presiden Jokowi dengan harapan citra Polri tidak babak belur.

"Tentunya Presiden mengharapkan ini bisa terselesaikan supaya citra Polri tidak babak belur seperti saat ini," kata dia.

Ditanya soal kabar Jokowi memanggil Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hari ini, Pramono tak menjawab gamblang. Pramono menyingging hari ini Jokowi menyampaikan arahan dalam sidang kabinet paripurna yang antara lain dihadiri Kapolri.

"Ya tadi Pak Kapolri dipanggil, Pak Panglima dipanggil, Pak Menko Perekonomian dipanggil, Pak Menteri ESDM dipanggil. Kebetulan saya dampingi terus, jadi saya tahu," ujar Pramono.

Sejauh ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus tewasnya Brigadir J, yakni Bharada Richard Eliezer atau Bharada E dan Brigadir Ricky Rizal.

Bharada E disangkakan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, adapun Brigadir Ricky  disangkakan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.

Bharada E dan Brigadir Ricky ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan laporan polisi yang dilayangkan oleh pihak keluarga Brigadir J yakni terkait dugaan pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP juncto 338 juncto 351 ayat 3 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP.

Sementara Menko Polhukam yang juga Ketua Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mahfud Md menyebut tersangka kasus pembunuhan Brigadir J sudah berjumlah tiga orang. Mahfud menyebut kasus itu bisa dikembangkan lebih luas.

"Ya memang harus hati-hati. Dan tersangkanya sudah tiga, tiga itu bisa berkembang dan pasalnya itu 338, 340, yang baru ya pembunuhan berencana dan nanti itu akan menjangkau ke yang lebih jelas lagi perannya apakah aktor intelektual ataukah eksekutor," kata Mahfud di Istana Negara.[]