Rahmah

Jangan Menertawakan Orang Kentut, Begini Kata Rasulullah


Jangan Menertawakan Orang Kentut, Begini Kata Rasulullah
Ilustrasi Menahan Bau Busuk (halosehat)

AKURAT.CO, Kentut adalah salah perilaku manusia yang tidak bisa diabaikan. Setiap orang pasti pernah mengalaminya. Memang, melakukannya tidak jarang membuat malu seseorang. Bahkan, bisa jadi menjadi bulan-bulanan teman-teman atau orang yang membersamainya.

Abdullah Ibn Zama’ah pernah menceritakan bahwa suatu saat Rasulullah pernah berkhutbah. Dalam khutbahnya itu beliau menceritakan tentang kaum Nabi Saleh yang membangkang. Mereka menyembelih untanya.

Selain berbicara soal itu, Rasulullah juga berkhutbah agar tidak menyakiti perempuan, dan tidak berlaku keras dengannya. Kemudian Rasulullah berlanjut dengan memberikan nasihat agar tidak menertawakan orang yang kentut.

Rasulullah bersabda: “Mengapa kalian menertawakan orang yang kentut padahal kalian juga melakukannya?” (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, dalam Sunan At-Tirmidzi disebutkan bahwa dulu di zaman jahiliyah, orang-orang gemar menertawakan orang yang kentut. Seketika didapati ada orang yang kentut di sebuah perkumpulan, maka ia akan menjadi bulan-bulanan. Setelah itu kemudian Rasulullah melarangnya.

Sabda Rasulullah yang diceritakan di atas memberikan pesan yang sangat kuat, bahwa dalam hal-hal yang manusiawi yang semua orang pernah melakukannya, hendaknya tidak menjelekkan orang lain ketika melakukan hal yang sama.
Ini juga ditegaskan dalam kitab Riyadh As-Salihin karya Imam Nawawi banten, bahwa tidak sepantasnya seseorang mencela orang lain, sementara kita juga biasa melakukan hal itu.

Selain pesan di atas, pesan lainnya adalah tidak bolehnya kita melakukan kentut di sembarang tempat. Jika masih bisa menahannya, hendaknya untuk tidak kentut di tempat ramai, dan beranjak terlebih dahulu ke tempat-tempat yang sepi, demikian itu untuk menghindari bau-bau busuk yang dapat mengganggu orang lain.[]