Lifestyle

Jangan Khawatir Bun, Ini Cara Mengatasi Berat Badan Si Kecil yang Masih Kurang

Jika pertambahan berat badan Si Kecil yang masih bayi kurang. Berikut beberapa cara menaikan berat badan si Kecil yang masih bayi


Jangan Khawatir Bun, Ini Cara Mengatasi Berat Badan Si Kecil yang Masih Kurang
Ilustrasi bayi (Freepik)

AKURAT.CO, Bayi kurus atau yang berat badannya sulit naik kerap membuat orangtua khawatir. Pasalnya, berat badan bayi yang kurang dari normal dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan dan mengganggu tumbuh kembangnya.

Lantas, apa indikator bayi dapat dikatakan kurus? Dikutip dari PMK No. 2 tahun 2020 Kementerian Kesehatan RI, indikator rentang ideal berat badan bayi berdasarkan umur (BB/U), yang mengacu pada kurva pertumbuhan milik WHO dan CDC, antara lain:

Berat badan sangat kurang: kurang dari -3 SD

Berat badan kurang: kurang dari -3 SD sampai dengan kurang dari -2 SD

Berat badan normal: kurang dari -2SD sampai dengan +1 SD

Berat badan berlebihan: lebih dari +1 SD

Berdasarkan standar kurva berat badan di atas, berat badan ideal bayi jika dilihat dari jenis kelamin dan umurnya adalah sebagai berikut:

Berat badan bayi laki-laki

Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,5-3,9 kilogram (kg).

Usia 1 bulan: 3,4-5,1 kg.

Usia 2 bulan: 4,3-6,3 kg.

Usia 3 bulan: 5,0-7,2 kg.

Usia 4 bulan: 5,6-7,8 kg.

Usia 5 bulan: 6,0-8,4 kg.

Usia 6 bulan: 6,4-8,8 kg.

Usia 7 bulan: 6,7-9,2 kg.

Usia 8 bulan: 6,9-9,6 kg.

Usia 9 bulan: 7,1-9,9 kg.

Usia 10 bulan: 7,4-10,2 kg.

Usia 11 bulan: 7,6-10,5 kg.

Usia 12 bulan: 7,7-10,8 kg.

Usia 13 bulan: 7,9-11,0 kg.

Usia 14 bulan: 8,1-11,3 kg.

Usia 15 bulan: 8,3-11,5 kg.

Usia 16 bulan: 8,4-13,1 kg.

Usia 17 bulan: 8,6-12,0 kg.

Usia 18 bulan: 8,8-12,2 kg.

Usia 19 bulan: 8,9-12,5 kg.

Usia 20 bulan: 9,1-12,7 kg.

Usia 21 bulan: 9,2-12,9 kg.

Usia 22 bulan: 9,4-13,2 kg.

Usia 23 bulan: 9,5-13,4 kg.

Usia 24 bulan: 9,7-13,6 kg.

Berat badan bayi perempuan

Usia 0 bulan atau baru lahir: 2,4-3,7 kg.

Usia 1 bulan: 3,2-4,8 kg.

Usia 2 bulan: 3,9-5,8 kg.

Usia 3 bulan: 4,5-6,6 kg.

Usia 4 bulan: 5,0-7,3 kg.

Usia 5 bulan: 5,4-7,8 kg.

Usia 6 bulan: 5,7-8,2 kg.

Usia 7 bulan: 6,0-8,6 kg.

Usia 8 bulan: 6,3-9,0 kg.

Usia 9 bulan: 6,5-9,3 kg.

Usia 10 bulan: 6,7-9,6 kg.

Usia 11 bulan: 6,9-9,9 kg.

Usia 12 bulan: 7,0-10,1 kg.

Usia 13 bulan: 7,2-10,4 kg.

Usia 14 bulan: 7,4-10,6 kg.

Usia 15 bulan: 7,6-10,9 kg.

Usia 16 bulan: 7,7-11,1 kg.

Usia 17 bulan: 7,9-11,4 kg.

Usia 18 bulan: 8,1-11,6 kg.

Usia 19 bulan: 8,2-11,8 kg.

Usia 20 bulan: 8,4-12,1 kg.

Usia 21 bulan: 8,6-12,3 kg.

Usia 22 bulan: 8,7-12,5 kg.

Usia 23 bulan: 8,9-12,8 kg.

Usia 24 bulan: 9,0-13,0 kg.

Meski demikian, ukuran ini tidak dipatok rata bagi semua anak. Sebab, berat badan ideal anak bukan hanya dilihat dari jenis kelamin dan umurnya saja, tapi juga dari tinggi dan panjang badan bayi. Oleh karena itu, kenaikan berat badan bayi tetap dianggap ideal selama berada di kurva yang sama.

Namum, seorang bayi mengalami berat badan kurang jika mereka berada dalam persentil ke-5 terbawah, untuk pengukuran berat badan dibandingkan dengan tinggi badan mereka.

Dokter anak atau perawat akan memantau bayi dengan pengukuran berat badan terhadap panjang badan untuk anak sejak lahir hingga usia 2 tahun.

Setelah usia 2 tahun, dokter akan menggunakan grafik pertumbuhan CDC untuk melihat berat badan, tinggi badan dan BMI (indeks massa tubuh) sesuai usia anak.

Perhitungan BMI akan membandingkan berat badan anak dengan tinggi badan mereka. BMI sesuai usia yang kurang dari persentil ke-5, menunjukkan seorang anak kekurangan berat badan.

Jika pertambahan berat badan Si Kecil yang masih bayi kurang dari indikator yang telah disebutkan di atas, ada beberapa hal yang bisa Ayah dan Bunda lakukan untuk membantu menaikkan berat badannya. 

Berikut beberapa cara menaikan berat badan si Kecil, yang dilansir Akurat.co dari berbagai sumber.

Aktif menyusui

Hal pertama yang bisa Bunda lakukan untuk membantu menaikkan berat badan Si Kecil adalah dengan aktif menyusui. Dilansir dari laman Very Well Family, bila memungkinkan Bunda bisa menyusui Si Kecil setiap 2-3 jam sekali dengan durasi 20 menit.

Bila Si Kecil mengantuk atau berhenti menyusu sebelum 20 menit, Bunda disarankan untuk mengganti posisi menyusui, membantunya untuk bersendawa terlebih dahulu atau menggelitik kaki Si Kecil untuk membuatnya menyusu kembali.

Bunda mengonsumsi makanan bergizi

Dilansir dari laman Healthline, nilai kurangnya berat badan Si Kecil disebabkan oleh penurunan produksi ASI Bunda. Maka, konsumsilah beragam makanan bergizi, khususnya makanan yang dapat memperbanyak ASI seperti gandum, bawang putih, sayuran hijau, wortel, stroberi dan lemon.

Jika perlu, Bunda bisa berkonsultasi dengan dokter atau bidan konsultan laktasi. Bunda akan diajarkan cara-cara untuk meningkatkan produksi ASI, termasuk posisi yang nyaman dan tepat saat menyusui.

Jangan lupa, Bunda harus istirahat dengan cukup untuk mencukupi kebutuhan cairan, dan lakukan pijat payudara untuk meningkatkan produksi ASI.

Berikan si kecil makanan bergizi

Jika Si Kecil sudah bisa mengonsumsi makanan pendamping ASI (MPASI), berikanlah ia makanan bergizi yang kaya akan kalori, protein, serat, dan lemak baik. 

Dilansir laman Parents, contoh makanan atau bahan makanan yang menuhi kebutuhan nutrisi ini antara lain minyak zaitun, pisang, alpukat, keju, dan yoghurt. 

Sebagai tambahan, Bunda juga bisa memberikan Si Kecil susu formula, atas pertimbangan dokter atau ahli gizi.

Mempertimbangkan tindakan operasi untuk tongue-tie

Dilansir dari laman Mayo Clinic, jika bayi mengalami tongue-tie, dokter anak biasanya akan menyarankan frenotomy, yaitu tindakan operasi untuk memotong jaringan tipis di bawah lidah agar lidah bayi bisa bergerak bebas dan mampu menghisap ASI dengan baik sehingga berat badan Si Kecil bisa naik.

Jika Ayah dan Bunda tidak tahu mengapa berat badan Si Kecil tidak bertambah seperti seharusnya, bawalah Si Kecil ke Dokter Spesialis Anak agar dapat dilakukan pemeriksaan. Sebab, cara untuk menaikkan berat badan bayi perlu disesuaikan dengan masalah yang mendasarinya.[]