Rahmah

Jangan Jadi Orang Miskin! Begini Bahayanya

Jangan Jadi Orang Miskin! Begini Bahayanya
ilustrasi kemiskinan (REUTERS)

AKURAT.CO Islam tidak hanya mengajarkan umatnya untuk memahami ajaran agama dengan cara yang benar tetapi juga mengajarkan agar umatnya menjadi umat yang kaya. Dengan demikian maka posisi Islam juga bisa menjadi terangkat.

Mengutip Bincangsyariah, Nabi Muhammad SAW sangat menghargai orang-orang yang bekerja keras. Bahkan Nabi mengatakan kalau orang bekerja keras adalah orang yang sedang berjuang di jalan Allah.

Disebutkan demikian:

baca juga:

كان صلى الله عليه وسلم جالسا مع أصحابه ذات يوم. فنظروا إلى شاب ذي جلد وقوة وقد بكر يسعى. فقالوا: “ويح هذا! لو كان شبابه وجلده في سبيل الله! فقال صلى الله عليه وسلّم: “لا تقولوا هذا فإنه إن كان يسعى على نفسه ليكفها عن المسألة ويغنيها عن الناس فهو في سبيل الله. وإن كان يسعى على أبوين ضعيفين أو ذرية ضعاف ليغنيهم ويكفيهم فهو في سبيل الله. وإن كان يسعى تفاخرا وتكاثرا فهو في سبيل الشيطان

Artinya: “Satu ketika Nabi Saw. duduk bersama para sahabatnya. Mereka lalu melihat seorang pemuda, kulitnya nampak keras dan terlihat kuat, dan ia sudah berpagi-pagi pergi bekerja. Para sahabat membicarakannya, “sayang sekali pemuda ini! andaikan masa muda dan kekuatannya digunakan di jalan Allah!” Nabi Saw. lalu bersabda: “kalian jangan berkata demikian! Jika seseorang bekerja untuk memenuhi kebutuhan dirinya maka ia berada di jalan Allah. Jika ia bekerja untuk kedua orangtua atau keturunannya yang lemah untuk kecukupan mereka, ia juga berada di jalan Allah. Dan jika ia bekerja untuk menyombongkan diri atau menumpuk-numpuk harta, maka ia sedang berada di jalan setan!” 

Seorang ulama bernama Luqman Hakim pernah memberi wasiat kepada anaknya agar tidak menjadi diri yang miskin dan harus menjadi kayaa. Demikian pesan beliau pada anaknya:

يا بني ! استغن بالكسب الحلال عن الفقر. فإنه ما افتقر أحد إلا أصابه ثلاث خصال: رقة في دينه، وضعف في عقله، وذهاب مروءته. وأعظم من هذه الثلاث: استخفاف الناس به

Artinya: "wahai Anakku! cukupilah diri agar tidak fakir dengan pekerjaan yang halal. Maka sesungguhnya fakirnya seseorang menjadikan ia (berpotensi) mengalami tiga persoalan: 1) keyakinan yang rapuh; 2) akal yang lemah; 3) hilangnya harga diri. Dan yang paling parah dari tiga hal tersebut adalah: diremehkan orang-orang."

Itulah bahayanya jika seseorang hidup dalam keadaan miskin. Ia akan menjadi pribadi yang bukan saja lemah akalnya, tetapi bisa menjadi bahan hinaan seseorang. Wallahu A'lam.[]

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu