News

Jangan Jadi Lahan Bisnis, Politisi Gerindra Bilang Biaya Tes Swab PCR Mahal Banget

Habiburokhman menilai harga tes PCR saat ini masih terlampau mahal sehingga perlu dikaji ulang.


Jangan Jadi Lahan Bisnis, Politisi Gerindra Bilang Biaya Tes Swab PCR Mahal Banget
Anggota Komisi III DPR serta Anggota Pansus Otonomi Khusus (Otsus) Papua DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Habiburokhman (Dpr.go.id)

AKURAT.CO, Anggota Komisi III DPR RI Habiburokhman meminta agar kewajiban karantina dalam perjalanan Internasional pada masa pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) hingga ketentuan biaya tes swab PCR segera dievaluasi.

"Soal kewajiban karantina - PCR dan harganya yang mahal banget harus benar-benar kita evaluasi," ujar Habiburokhman dalam cuitannya di akun Twitter @habiburokhman, Rabu (27/10/2021).

Politisi Partai Gerindra itu berharap, jangan sampai dengan dalih penanganan pandemi, kewajiban tes PCR hanya dijadikan lahan bisnis sehingga menyusahkan rakyat.

"Jangan sampai dengan dalih penanganan pandemi dijadikan lahan bisnis dan kongkalikong yang menyusahkan rakyat. Usut Tuntas," tegasnya.

Seperti diketahui, pemerintah menjadikan tes PCR sebagai syarat wajib naik pesawat di masa pandemi Corona. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 21 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri pada masa pandemi Covid-19.

Aturan itu bersamaan dengan Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga tes PCR turun harga menjadi Rp300 ribu.

Untuk perjalanan dari dan ke wilayah Jawa-Bali serta di daerah yang masuk kategori PPKM level 3 dan 4, wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama) dan surat keterangan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan.

Kemudian, untuk perjalanan dari dan ke daerah di luar Jawa-Bali yang ditetapkan sebagai kategori PPKM level 1 dan 2 wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan atau hasil negatif rapid test antigen maksimal 1x24 jam sebelum keberangkatan.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Prof Wiku Adisasmito, mengungkap alasan memperketat syarat perjalanan tersebut. Wiku menjelaskan penumpang pesawat kali ini telah dibolehkan dengan kapasitas penuh.

Hal itu dilakukan sebagai bagian dari uji coba pelonggaran mobilitas demi pemulihan ekonomi di tengah kondisi kasus Covid-19 di Tanah Air yang telah terkendali.

"Pengetatan metode testing menjadi PCR saja di wilayah Jawa-Bali dan non-Jawa-Bali level 3 dan 4 ini dilakukan mengingat sudah tidak diterapkannya penjarakan antar-tempat duduk atau seat distancing," kata Wiku dalam konferensi pers, Kamis (21/10/2021).[]