Ekonomi

Jangan Gagal Paham, Ini Perbedaan Investasi dengan Trading!

Banyak orang menilai bahwa investasi dengan trading merupakan hal yang sama


Jangan Gagal Paham, Ini Perbedaan Investasi dengan Trading!
Ilustrasi trading saham (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Banyak orang menilai bahwa investasi dengan trading merupakan hal yang sama. Padahal jika dilihat lebih jauh, keduanya memiliki perbedaan, khususnya dari segi konsep, risiko, hingga strategi yang dijalankan.

Perbedaan Jangka Waktu

Perencana Keuangan dari Finansialku.com, Ngurah Mustakawarman menjelaskan perbedaan investasi dan trading. Secara garis besar, perbedaan di antara keduanya ialah mengenai kerangka waktu.

baca juga:

“Kalau di investasi itu jangka panjang, sedangkan untuk trading lebih bersifat jangka pendek dan tujuannya murni hanya mencari capital gain. Capital gain adalah kenaikan harganya,” kata Ngurah Mustakawarman dikutip Akurat.co dari Youtube Sonora, Kamis (27/1/2022).

Secara rinci ia menjelaskan bahwa trader cenderung mengutamakan sisi capital gain dalam waktu yang singkat. Sedangkan investor lebih mengedepankan unsur dividen yang merupakan distribusi sebagian dari pendapatan perusahaan untuk pemegang saham.

Jangka waktu untuk berinvestasi adalah jangka panjang dan banyak jangka waktunya bahkan bisa sampai beberapa dekade. Bahkan, tak jarang ada orang mewarisi saham yang dibeli oleh orang tua mereka dan mungkin bernilai jutaan hari ini.

Perbedaan Analisis

Di sisi lain, jangka waktu trading adalah jangka pendek. Bisa menit, jam, hari, atau beberapa minggu. Terkadang periode trading bahkan kurang dari satu menit ketika trader membeli atau menjual saham dengan pergerakan eksplosif dan segera mendapatkan keuntungan.

Jika dilihat, orang-orang yang menyikapi perbedaan investasi dan trading ini berbeda. Para investor cenderung memilih investasi yang sehat dan bebas stres untuk menciptakan kekayaan dalam jangka panjang.

Namun, trader cenderung menghasilkan keuntungan besar dalam waktu singkat. Mereka juga menyukai permainan trading dan menganggapnya sebagai hiburan.

Seorang investor cenderung melakukan investasi yang sehat dan santai. Sementara itu di sisi lain, trader secara aktif terlibat dalam pasar dan membutuhkan waktu dan kehadiran mereka untuk menghasilkan keuntungan.

Selain jangka waktu, Ngurah mengatakan perbedaan antara investasi dengan trading memiliki perbedaan dalam aspek analisis.

Teknik analisis yang biasa dilakukan para trader biasanya bersifat analisa teknikal. Analisis teknikal itu berkaitan erat dengan chart, pola, support dan indikator.

Sedangkan di sektor investasi, analisis yang dipakai merupakan analisis fundamental. Dengan kata lain, investor sebelum melakukan penanaman modal perlu merujuk laporan keuangan sebuah perusahaan sebagai pertimbangannya sebelum memilih berinvestasi atau tidak.

Sebagai contoh, saham dari produk A setiap tahun memiliki laba bersih yang secara konsisten naik hingga 10 persen. Artinya, secara logika perusahaan tersebut memiliki penjualan yang terus bertumbuh.

Hal itu menjadi salah satu bukti bahwa perusahaan tersebut memiliki laporan keuangan, laba rugi, neraca, dan arus kas yang sangat baik sehingga layak untuk dijadikan lahan investasi.

“Jadi analoginya untuk menjawab saham perusahaan apa yang kita beli itu analisa fundamental, tapi kalau menjawab kapan saatnya membeli itu itu analisa teknikal,” tutur Ngurah.

Risiko yang ada

Pada umumnya, risiko dari investasi saham terdiri dari risiko capital loss dan risiko likuidasi. Artinya, risiko capital loss terjadi ketika aset atau saham yang dibeli bernilai lebih rendah pada saat dijual kembali.

Lalu, untuk risiko likuiditas ialah risiko yang terjadi ketika perusahaan dinyatakan bangkrut oleh pengadilan, atau perusahaan dibubarkan.

Sementara itu, risiko trading saham cukup tinggi karena para trader tidak bisa menyimpan saham dalam waktu yang lama. Pergerakan pasar tidak dapat diprediksi, bisa saja trader membeli saham bernilai tinggi hari ini karena harganya turun dan diprediksi akan naik.

Variasi pilihan saham

Saham yang dibeli dalam investasi saham maupun trading saham juga berbeda. Bagi yang ingin berinvestasi saham, maka dapat membeli saham berlapis.

Contohnya, untuk saham lapis pertama atau yang dikenal juga dengan istilah blue chip sangat cocok untuk pemula karena risikonya relatif lebih rendah. Berbeda halnya dengan trading saham. Pada umumnya, saham yang akan dibeli cenderung pada saham lapis dua atau tiga.

Bila kondisi pasar sedang baik, maka harganya pun akan melambung tinggi dalam hitungan satu hari. Alternatif lainnya adalah dengan memilih saham yang masuk pada Initial Public Offering (IPO).[]