Lifestyle

Jangan Disepelekan, Segera Deteksi Dini Kanker Prostat

Pria diharapkan melakukan deteksi dini kanker prostat. Pasalnya, angka harapan hidup menurun hingga 50 persen saat kanker terdiangnosis di stadium lanjut. 


Jangan Disepelekan, Segera Deteksi Dini Kanker Prostat
Ilustrasi pemeriksaan kanker prostat (iStock)

AKURAT.CO, Kanker prostat adalah bentuk kanker yang berkembang di kelenjar prostat. Menurut Prostate Cancer UK, satu dari delapan pria didiagnosis kanker perostat selama hidupnya. Mirisnya, kasus baru kanker prostat diproyeksikan bertambah sebanyak 24 kali per tahunnya. Ini diproyeksikan terus meningkat terutama di negara berkembang, di mana pasien biasanya didiagnosis kanker prostat stadium lanjut.

Oleh sebab itu, pria diharapkan melakukan deteksi dini sebelum terlambat. Pasien kanker prostat yang didiagnosis pada stadium dini, akan memiliki angka harapan hidup sebanyak 50 persen lebih tinggi, dan akan menurun lima tahun lebih cepat apabila terdeteksi pada stadium lanjut.

Mirisnya, kanker prostat tidak menunjukkan gejala apa pun pada stadium dini sehingga sulit untuk dideteksi.

“Sebagian besar pasien dengan kanker prostat stadium awal tidak menyadari adanya gejala. Gejala terkadang baru dirasakan pasien saat kanker sudah menyebar ke organ lainnya," kata dokter spesialis urologi dari Ikatan Ahli Urologi Indonesia (IAUI) dr. Agus Rizal Ardy Hariandy Hamid, SpU(K), Ph., dalam webinar kesehatan yang dihadiri Akurat.co pada Senin, (6/9/2021).

Selain itu, kanker prostat juga tidak seperti kanker payudara yang bisa dideteksi dari luar dengan perabaan.

"(Prostat) letaknya di dalam, jadi tidak mungkin ada orang tiba-tiba hanya menyentuh tangan, pipi atau organ lain, lalu mengatakan Anda kena prostat. Karena ini di dalam, di bawah kandung kencing, tidak mungkin terlihat dari luar," sambungnya.

Adapun deteksi pada kanker prostat dapat dilakukan dengan Digital Rectal Exam (DRE) atau colok dubur dan pemeriksaan Prostate Spesific Antigen (PSA). Ini dianjurkan untuk pria berusia lebih dari 45 tahun dengan riwayat kanker prostat dan pria berusia di atas 50 tahun yang memiliki keluhan gangguan berkemih.

Sebelum melakukan pemeriksaan, pasien akan ditanya mengenai gejala dan melihat riwayat medis dari pasien dan keluarganya. PSA dapat dilakukan kapan saja, atau bersamaan dengan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) yang umumnya disarankan setahun sekali.

"Skrining kanker sebaknya dilakukan setahun sekali, tetapi akan kita evaluasi. Menurut studi, ada sebagian orang yang bisa (skrining) 2 tahun sekali, untuk praktisnya sebaiknya setahun sekali bersamaan dengan medical check-up," ujar Agus.

Selain DRE dan PSA, diagnosis kanker prostat dapat dilakukan melalui biopsi lewat lubang dubur atau selangkangan dan pemeriksaan pencitraan seperti TRUS, CT, mpMRI hingga bone scan.[]