Lifestyle

Jangan Disepelekan! Kekerasan Seksual Bisa Pengaruhi Kesehatan Psikis, Fisik, dan Sosial

Kekerasan seksual adalah istilah yang mencakup semua yang mengacu pada kejahatan seperti penyerangan dan pelecehan seksual, dan pemerkosaan


Jangan Disepelekan! Kekerasan Seksual Bisa Pengaruhi Kesehatan Psikis, Fisik, dan Sosial
Ilustrasi - Pelecehan Seksual (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Kekerasan seksual adalah kontak atau perilaku seksual tanpa persetujuan korban.

Istilah kekerasan seksual sendiri mencakup semua yang mengacu pada kejahatan seperti penyerangan seksual, pemerkosaan, dan pelecehan seksual.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kekerasan seksual didefinisikan sebagai segala perilaku yang dilakukan dengan menyasar seksualitas atau organ seksual seseorang tanpa persetujuan, dengan unsur paksaan atau ancaman, termasuk perdagangan perempuan dengan tujuan seksual, dan pemaksaan prostitusi. 

baca juga:

Kekerasan seksual dapat memiliki efek psikologis, sosial, dan fisik pada penyintas.

Efek ini tidak selalu mudah untuk dihadapi, dan umumnya akan menjadi pengalaman traumatis. 

Melansir American Psychological Association, efek langsung dari kekerasan seksual adalah  syok, ketakutan, atau ketidakpercayaan.

Gejala jangka panjang termasuk kecemasan, ketakutan atau gangguan stres pasca-trauma.

Bahkan korban juga sering mengalami  gangguan tidur dan kerap mimpi buruk, kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri dan dorongan untuk mengakhiri hidup.

"Misalnya adalah gangguan jiwa, depresi, gangguan kepribadian, gangguan psikotik, gangguan panik, trauma, insomnia, gejala-gejala gangguan yang menyebabkan tidak mampu menjadi dirinya sendiri adalah gangguan jiwa yang tampak sekali pada korban," kata Theresia Iswarini selaku Komisioner Komnas Perempuan 2020-2024, dalam sebuah kesempatan, dikutip AKURAT.CO, Sabtu (25/6/2022). 

"Lalu pikiran bunuh diri dan dorongan untuk mengakhiri hidup, melakukan penyalahgunaan narkoba dan alkohol, ruang untuk dia lari dari fakta yang dihadapi," tambahnya.

Kekerasan seksual tidak hanya meninggalkan bekas luka psikologis. Ini juga dapat memiliki konsekuensi kesehatan fisik jangka panjang.

Penyintas  bisa mengalami memar, atau luka yang lebih parah seperti luka pisau, patah tulang, dan alat kelamin yang rusak.

Aksi kekerasan seksual pun dapat menimbulkan infeksi atau pendarahan pada vagina atau anus, serta menularkan penyakit menular seksual (PMS), seperti clamidia, herpes, hepatitis, dan HIV.

Beberapa penyintas mengalami disfungsi seksual dan masalah kesuburan. 

Secara sosial korban kekerasan seksual juga akan merasa sulit memercayai orang lain, mengisolasi diri, bahkan takut menjalin relasi dengan orang lain secara dekat. Ini tentu sangat mengganggu kehidupan penyintas. 

Banyak penyintas mengalami kondisi kesehatan mental setelah serangan seksual.

Penyintas serangan seksual bisa mendapatkan bantuan dari profesional kesehatan mental.

Psikolog klinis adalah profesional yang dilatih untuk mengidentifikasi masalah atau tantangan mental, emosional dan perilaku dan menemukan solusi untuk menanganinya.

Ini menawarkan tempat yang aman dan pribadi untuk mendapatkan bantuan tanpa merasa dihakimi.[]