Ekonomi

Jangan Dikelabui Fintech Ilegal! Ini 4 Jurus Jitu Menghindarinya

Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti agar terhindar dari transaksi bodong yang dilakukan oleh fintech ilegal.


Jangan Dikelabui Fintech Ilegal! Ini 4 Jurus Jitu Menghindarinya
Ilustrasi Financial Technology (Fintech) ( knowledge.wharton.upenn.edu)

AKURAT.CO Terkadang, di saat-saat genting kita terpaksa membutuhkan pinjaman atau butuh mendapatkan akses kredit untuk membeli keperluan mendadak. Jika kita mengajukan ke bank mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.

Untuk itu, terkadang alternatif terbaik adalah fintech, apalagi selama pandemi ini di mana tak perlu ribet melakukan kontak fisik dengan orang cukup lewat handphone dan cair dengan cepat.

Meski demikian, selama pandemi ini fintech ilegal pun terus menjamur dengan mengelabui masyarakat yang sedang sangat membutuhkan. Mereka menerapkan bunga begitu tinggi, ataupun menagih dengan cara yang tak manusiawi sudah menjadi kasus umum dalam fintech.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hingga 22 Desember 2020 ada 149 pinjaman online (pinjol) atau fintech lending yang terdaftar dan berizin. Di luar daftar itu adalah peer to peer (P2P) ilegal.

Menyikapi fenomena fintech ilegal, masyarakat juga dituntut semakin cermat, kritis, dan bijaksana dalam melakukan transaksi melalui fintech.

Berikut beberapa langkah yang dapat diikuti agar terhindar dari transaksi bodong yang dilakukan oleh fintech ilegal, dilansir dari berbagai sumber.

Cek Statusnya di OJK
Paling penting pertama dilakukan adalah cek perusahaan apakah sudah terdaftar di OJK. Pastikan selalu perusahaan fintech lending tersebut sudah terdaftar resmi di OJK. Informasi tersebut dapat diakses secara mudah melalui website OJK di www.ojk.go.id. Masyarakat juga dapat mengetahui informasi lebih lanjut mengenai perusahaannya sendiri, bisa dengan mudah mendapatkan informasinya dari review teman atau kerabat terdekat.

Pahami Bunga yang Ditawarkan
Konsumen fintech lending harus mempertimbangkan bunga yang diberlakukan di setiap kredit. Pertimbangan ini bisa berdasarkan apakah sesuai dengan harapan juga kemampuan konsumen untuk membayar besaran bunga tersebut.

Ketahui Hak dan Kewajiban
Pelajari hak dan kewajiban transaksi. Seringkali konsumen melewatkan penjelasan hak dan kewajiban, padahal informasi tersebut penting untuk dipelajari. Konsumen harus paham secara keseluruhan mengenai hak dan kewajibannya serta resiko yang akan ditanggung di kemudian hari.

Gunakan Aplikasi dari Sumber Resmi
Pastikan kamu menggunakan aplikasi pinjaman resmi dan mengunduhnya hanya dari dari Play Store (untuk ponsel Android) dan App Store (untuk ponsel iOS). Karena jika aplikasi yang diunduh berasal dari sumber tidak resmi akan berpotensi memberikan akses pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk mengambil data pribadi kamu melalui berbagai malware hingga adware. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu