Lifestyle

Jangan Cuek, Tips Untuk Menolong Seseorang yang Depresi

Keputusan untuk bunuh diri sering kali menjadi pilihan untuk seseorang yang merasa depresi


Jangan Cuek, Tips Untuk Menolong Seseorang yang Depresi
Ilustrasi - Membantu orang yang depresi (UNSPLASH/Eric Ward)

AKURAT.CO  Novia Widyasari Rahayu (23), seorang mahasiswi di Universitas Brawijaya (UB), Malang, ditemukan meninggal dunia di dekat makam ayahnya yang berlokasi di Dusun Sugihan, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto pada Kamis (2/12/2021). 

Novia  diduga meninggl bunuh diri karena ditemukan sebuah botol cairan yang diduga racun di dekat jasad korban. Motif bunuh diri diduga akibat depresi terkait  sejumlah masalah, yaitu perkosaan dan penganiayaan. 

"Kita sudah temui ibunya, dia mengakui korban dalam kondisi depresi dan beberapa kali hendak bunuh diri minum potasium," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, dikutip AKURAT.CO pada Sabtu (4/12/2021). 

Keputusan untuk bunuh diri sering kali menjadi pilihan untuk seseorang yang merasa depresi. Ya, mereka merasa sendirian, dan tidak ada seorang pun yang bisa menolong. Namun, setiap orang pada dasarnya bisa memberikan bantuan kepada seseorang yang sedang depresi. Dukungan dan kehadiran mungkin bisa cukup membantu, meskipun tidak ada jaminan untuk berhasil. 

Mengatakan sesuatu kepada seseorang yang mengalami depresi tidak selalu mudah. Cobalah untuk tidak mengatakan hal yang "salah". Jika kamu tidak tahu harus berkata apa, berikut AKURAT.CO berikan beberapa tipsnya: 

Ingatkan bahwa dirinya penting

Orang yang depresi umumnya akan merasa hidupnya tidak berarti dan tidak ada yang peduli jika mereka pergi atau meninggal. Jadi, yakinkan bahwa dirinya berarti bagi kamu dan orang-orang yang mencintainya. Ini dapat membantunya  menyadari bahwa dirinya memiliki nilai dan berharga.

Beritahu bahwa kamu peduli

Mengungkapkan kepedulian bisa sangat berarti bagi seseorang yang mungkin merasa seluruh dunia menentangnya. Tidak perlu berlebihan, yang penting adalah hadir dan memberi tahu bahwa dia penting bagi kamu. Selain kata-kata, pelukan atau sentuhan lembut tangan bisa menyampaikan pesan ini. 

Ingatkan bahwa kamu selalu ada 

Penelitian telah menunjukkan bahwa orang cenderung menarik diri ketika mengalami depresi, jadi tunjukkan bahwa kamu selalu hadir. Jika dia belum siap untuk berbicara, terus dukungan dengan menghabiskan waktu bersamanya. Coba juga untuk memeriksanya secara teratur, baik secara langsung, lewat telepon, atau melalui teks. 

Dorong untuk berbicara dengan ahli

Perawatan adalah bagian yang sangat penting untuk memulihkan dari depresi. Tetapi orang sering merasa malu dengan kondisinya. Dorong dan yakinkan dia untuk mencari bantuan. Jelaskan bahwa tidak ada salahnya meminta bantuan profesional atas kondisinya.[]