News

Jangan Ceroboh Lagi Guys! Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tidak Cari Celah Langgar PPKM Mikro

Kasus tingginya Covid-19 ini juga diharap menjadi kewaspadaan yang dalam karena sudah termaksud genting.


Jangan Ceroboh Lagi Guys! Muhammadiyah Imbau Masyarakat Tidak Cari Celah Langgar PPKM Mikro
Haedar Natsir (Muhammadiyah)

AKURAT.CO, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir sorot kasus Covid-19 yang kian meningkat. Data teranyar pada Jumat (25/6/2021) kasus harian Covid-19 di Indonesia bertambah  18.872.

"Keadaan ini sangat memprihatinkan dan perlu semakin waspada bagi semua pihak," ujar Haedar sebagaimana dikutip AKURAT.CO dari Twitter @HaedarNs.

Haedar mengingatkan masyarakat untuk semakin disiplin mengikuti protokol kesehatan. Kata dia, sebaiknya jangan bepergian, kecuali ada keperluan sangat mendesak.

"Kegiatan yang melibatkan banyak orang dan tidak urgen semestinya dihentikan seperti rekreasi, pertemuan, dan sejenisnya," kata dia.

Selain itu, taati ketentuan PPKM dan jangan mencari celah untuk melanggar. Jangan abai dan merasa aman, apalagi dengan sikap angkuh atau tidak peduli.

"Masalah pandemi ini menyangkut keselamatan jiwa bersama, bukan lagi urusan kelompok atau orang perorang. Satu saja di antara warga lalai, abai, ceroboh, dan nekad maka berpengaruh terhadap yang lainnya," paparnya.

Tingginya kasus Covid-19 juga diharap menjadi kewaspadaan yang dalam karena sudah termaksud genting.

"Masalah ini bukan soal sikap takut atau tidak takut serta paranoid atau tidak, tetapi menyangkut pertaruhan keselamatan jiwa dan hajat hidup manusia keseluruhan yang harus dijaga dengan seksama serta agar kasus Covid-19 tidak semakin berat," ungkapnya.

Pesan dia untuk pemerintah dari pusat sampai daerah dengan seluruh kelembagaan atau instansinya, agar betul-betul menerapkan kebijakan yang konsisten, terpadu, dan berada dalam satu langkah yang sama. Termasuk menerapkan kebijakan PPKM.

"Inkonsistensi akan membuat langkah penanganan Covid-19 menjadi maju mundur atau fluktuatif, yang akhirnya kondisi bisa tidak terkendali," katanya.

Para pejabat dan elite negeri dari pusat sampai daerah juga, kata dia, penting menyatukan sikap dan langkah, disertai keteladanan dalam menegakkan protokol kesehatan dan tidak memberi angin kepada warga yang membuat semuanya menjadi longgar dan lalai.

"Bila prihatin dengan keadaan maka semua pihak mestinya semakin waspada, seksama, dan berusaha seoptimal mungkin dalam mengatasi keadaan pandemi dengan total dan simultan," imbuhnya.

Selain itu, kepada para cerdik pandai dan elite manapun saatnya menyatukan pandangan dan langkah dalam meringankan beban masyarakat dengan tidak melontarkan atau memproduksi ujaran, pernyataan, dan apapun yang  menegasikan virus Covid-19 dan usaha vaksinasi serta menimbulkan kontroversi.

"Kasihan rakyat kecil yang semakin berat menghadapi keadaan akibat Covid, juga para tenaga kesehatan di garda depan dan menjadi benteng terakhir dalam mengatasi pandemi," tuturnya.

Masih kata Haedar, kasus yang meningkat semakin menambah berat tugas para dokter, tenaga kesehatan, dan pihak rumah sakit maupun para petugas yang menangani Covid.

"Para dokter dan tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid selain makin overload juga rawan tertular serta secara fisik dan psikologis kian berat bebannya," ujarnya.

Menurutnya, sikap empati dan simpati dari semua warga dan elite bangsa terhadap kondisi rumah sakit dan nasib dokter dan tenaga kesehatan sangatlah diperlukan. Mereka bertugas penuh dengan risiko.

"Termasuk dengan menghentikan segala kontroversi yang menegasikan pandemi dan vaksinasi karena pengaruhnya tidak positif dalam usaha menangani Covid-19 yang semakin berat itu," katanya.

Saatnya semua rendah hati, menahan diri, toleransi, dan mengembangkan kebersamaan di saat menghadapi musibah yang sangat berat ini. 

"Kita semua belajar rendah hati dan bijaksana dalam menghadapi pandemi ini. Seraya terus ikhtiar dan munajat kepada Allah agar kita semakin diringankan dari musibah ini, serta Allah mengangkat musibah pandemi Covid-19 ini," pungkasnya.[]

Arief Munandar

https://akurat.co