Lifestyle

Jangan Buang Biji Cabai, Cobalah Tanam Di Polybag

Buat kamu yang tertarik menanam biji cabai rawit tapi tidak punya lahan luas, berikut cara menanam biji cabe rawit menggunakan polybag


Jangan Buang Biji Cabai, Cobalah Tanam Di Polybag
Petani memetik cabai di lahan perkotaan atau urban farming di Simpang Lima, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (28/6). Akibat penyusutan lahan pertanian di kawasan perkotaan, membuat kelompok anak muda yang tergabung dalam Petani Sobri bercocok tanam, memanfaatkan lahan di pekarangan rumah dengan menggunakan media tanam limbah serbuk kelapa dan hasil panen yang didapat 40-50 kilogram dari 400 pohon cabai serta tidak mudah terserang hama. ( ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/ama/18)

AKURAT.CO Biji merupakan suatu bentuk inti hasil dari persarian dan bakal tanaman mini atau embrio tanaman, yang masih dalam keadaan perkembangan yang terkekang atau dorman. 

Dilansir dari laman Bibit Bunga, biji dapat tumbuh menjadi tanaman tanpa campur tangan manusia, misalnya terbawa angin, air atau melalui perantaraan binatang seperti kumbang.

Namun, biji yang ditanam tanpa tangan manusia tidak maksimal tumbuh. Biji tanaman yang mudah ditanaman dan didapatkan ialah biji cabai rawit. 

Buat kamu yang tertarik menanam biji cabai rawit tapi tidak punya lahan luas, berikut cara menanam biji cabe rawit menggunakan polybag dari kanal YouTube yakni Tanaman Rumah.

Persiapan biji

Tahap pertama yang dilakukan, sebelum menanam biji cabai rawit secara organik di polybag ialah mempersiapkan bibit tanaman cabai rawit dengan penyemaian biji atau benih. Biji cabai rawit bisa didapatkan dari cabai rawit yang sudah tua dan matang.

Cara mendapatkan biji cabai rawit terbaik

Keluarkan biji cabai rawit yang sudah matang, lalu pisahkan daging dan bijinya.

Rendam biji pada air dan buang biji yang mengapung. Gunakan biji yang tenggelam sebagai bibit.

Lalu, tiriskan biji cabai yang sudah direndam air dan jemur di bawah sinar matahari hingga kering. Biji cabai rawit sudah bisa digunakan untuk penyemaian.

Setelah memperoleh biji cabai rawit yang telah dikeringkan, selanjutnya menyemai biji cabai rawit. 

Menyemai biji cabai rawit

Persiapkan media semai terlebih dahulu, sebelum menanam biji cabai rawit yang sudah dipilih. 

Media semai adalah campuran tanah humus yang telah digemburkan dengan pupuk kandang menggunakan perbandingan 1:1, kemudian aduk hingga tercampur rata.

Masukkan media semai ke botol plastik, lalu taburkan biji cabai yang sudah dikeringkan secara merata dengan memberikan jarak dan jangan terlalu padat.

Tutup biji cabai dengan media tanah dan pastikan semua bagian tertutup tanah. Kemudian, siram dengan air sedikit demi sedikit dan hati-hati. Tutup persemaian dengan plastik gelap, lalu letakkan di tempat teduh.

Diharapkan tunas akan muncul setelah tiga sampai lima hari persemaian. 

Untuk perawatan, cukup siram biji cabai dengan air setiap hari dan tidak perlu menggunakan pupuk. 

Setelah tunas cabai rawit tumbuh, saatnya memindahkan tunas ke media tanam yang lebih besar yakni polybag. 

Proses menanam cabai rawit di polybag

Buat campuran tanah dan pupuk kandang menggunakan perbandingan 1:1, lalu tambahkan kompos daun dan arang kayu yang sudah dihaluskan. Campur semua bahan hingga merata. 

Kemudian, masukkan ke polybag berukuran 40x50 sentimeter dan siapkan tunas cabai. 

Cabut tunas cabai rawit perlahan agar tidak merusak akar. Sebelum pemindahan media tanam, siram dulu tunas agar mudah dicabut. Selanjutnya, masukkan tunas ke polybag.

Setelah dipindahkan ke polybag, langkah berikutnya merawat tanaman cabai rawit agar cepat berbuah dan panen. 

Dengan cara disiram dua kali sehari, berikan pestisida.