Ekonomi

Jangan Asal! Begini Trik Menemukan Rumah Kontrakan yang Sesuai

Mencari rumah kontrakan tidak semudah membalikkan telapak tangan.


Jangan Asal! Begini Trik Menemukan Rumah Kontrakan yang Sesuai
Rumah kontrakan yang satu pagar dengan rumah keluarga Arum di Jalan Al-Bashor RT 12 RW 3 Nomor 67, Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur. (AKURAT.CO/Maidian Reviani)

4. Merenovasi rumah

Jangan khawatir, saat ini beberapa pemilik rumah sudah memberi izin kepada penyewa untuk melakukan renovasi apabila dibutuhkan. Misalnya, memasang wallpaper pada dinding agar lebih cantik, dan lainnya

Jika rumah kontrakan yang ditemui kurang pas, tapi pemilik mengizinkan renovasi, jangan banyak pikir lagi. Segera bayarkan DP dan uang deposit sebagai tanda jadi.

baca juga:

Nanti setelah semua barang diangkut ke rumah kontrakan, baru bayarkan sisanya. Adanya renovasi menjadi keuntungan tersendiri karena kamu dapat membuat konsep rumah kontrakan sesuai versimu.

5. Mempertimbangkan lingkungan sekitar

Trik selanjutnya adalah mempertimbangkan kondisi lingkungan sekitar. Lihat seperti apa kebiasaan masyarakat di sana, kehidupan bertetangga, apakah keamanan sudah disediakan atau belum, dan masih banyak lagi. 

Sama seperti nomor dua, poin ini kelihatan sepele, tapi sangat berpengaruh pada kenyamanan sewaktu menempati rumah tersebut. Jika lingkungannya tidak dijaga sekuriti, atau keadaannya masih sepi, potensi pencurian atau kemalingan lebih tinggi.

Jadi, pilih rumah kontrakan yang berada di lingkungan ramai, bersih, dan tersedia penjagaan sekuriti selama 24 jam 7 hari.

6. Buat perjanjian

Hal-hal rinci yang ada kaitannya dengan mengontrak sebaiknya dituliskan lebih detail dalam suatu perjanjian tertulis. Ada hitam di atas putih untuk mengurangi masalah yang dapat terjadi di kemudian hari.

Contohnya mengenai jatuh tempo pembayaran, renovasi yang diperbolehkan, penanggung jawab kerusakan rumah kontrakan dan biayanya, serta hal penting lainnya.

Apabila salah satu pihak melanggar perjanjian tersebut dan merugikan pihak lain, maka ada sanksi yang harus ditanggung. Sanksi ini bisa berupa denda atau penjara, sehingga surat perjanjian harus dibubuhi materai yang memiliki kekuatan hukum. []

Sumber: Cermati