News

Jangan Anggap Remeh, Sanksi WADA Bisa Berlanjut Tak Hanya Larangan Merah Putih Berkibar

Sanksi World Anti Doping Agency (WADA) terhadap Lembaga Anti Doping Indonesia (LADI) harus secepatnya diselesaikan


Jangan Anggap Remeh, Sanksi WADA Bisa Berlanjut Tak Hanya Larangan Merah Putih Berkibar

AKURAT.CO, Ketua LADI periode 2017-2020, dokter Zaini Khadafi Saragih mengingatkan jika tidak bisa diselesaikan segera maka hukuman bisa bertambah bukan hanya bendera merah putih tidak bisa berkibar di ajang olahraga internasional.

"Kalau kita tidak selesaikan satu tahun, hukumannya bisa nambah, tingkatan dari bendera adalah nama negara. Kalau sekarang piala Thomas kita menang, masih bisa nyebutin Indonesia menang, benderanya nggak ada. Tapi nanti kalau satu tahun nggak selesai, bisa-bisa nanti yang bertanding adalah NOC Indonesia (Komite Olimpiade Indonesia), sama kaya Rusia sekarang," kata Zaini.

Hal itu dia sampaikan saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk "Sukses Tim Thomas Cup Tanpa Kibaran Merah Putih, Ada Apa?" yang digelar di Media Center Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (22/10/2021).

Zaini mengatakan sanksi larangan mengibarkan merah putih yang dikeluarkan WADA pada major event atau ajang keolahragaan internasional yang telah terjadwal sepanjang tahun memang berlaku hanya selama satu tahun. Namun, hal ini bukan berarti setelah satu tahun tidak ada sanksi tambahan.

"Justru jika pending metersnya tidak segera dipenihi maka tahun depan sanksi akan berlanjut," imbuhnya.

Zaini juga sempat menceritakan kondisi LADI saat dipimpin dirinya. Zaini mengungkapkan bahwa dirinya dikategorikan sebagai ahli namun secara pribadi ia menyadari pengetahuannya tentang anti-doping minim.

"Saya waktu itu sampai sempat introspeksi, apa yang salah ini, apakah diri saya sendiri, atau teman-teman saya juga. Nggak ada yang menguasi anti-doping di Inonesia, nggak ada yang tahu sehingga nggak ada gemanya," terang Zaini. 

Karenanya ia berharap pengetahuan anti-doping digalakkan mengingat Indonesia termasuk negara yang memiliki tim olahraga unggulan di Asia Tenggara.

Polemik sanksi WADA mencuat akibat bendera merah putih dilarang berkibar saat tim bulu tangkis putra memenangkan kejuaran Thomas Cup di Aarhus, Denmark pada 17 Oktober 2021.

WADA menjatuhkan sanksi tersebut akibat Indonesia dianggap lalai tidak memenuhi target sample tes anti-doping.

Surat pemberitahuan sanksi dari WADA tersebut telah diterima sejak tanggal 15 September 2021 dengan masa sanggah 21 hari, yaitu sampai pada tanggal 6 Oktober 2021, namun Indonesia baru memberikan respon tanggal 7 Oktober sehingga sanksi pelarangan pengibaran bendera tetap dijatuhkan.[]