News

Jangan Anggap Remeh Gejala Ini, Segera Tes PCR Saran Dinkes DKI

Kendati banyak kasus corona sekarang ini ditemukan tanpa gejala, namun perlu diketahui sejumlah gejala umum bila terserang  penyakit menular itu


Jangan Anggap Remeh Gejala Ini, Segera Tes PCR Saran Dinkes DKI
Tenaga medis melakukan swab test atau tes usap kepada pelanggan di kawasan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (3/6/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Kasus COVID-19 kembali meledak di sejumlah wilayah Indonesia sejak beberapa pekan terakhir, lonjakan kasus terus meroket, sehingga total kasus  corona di tingkat nasional sudah lebih dari  2 juta kasus. Provinsi DKI Jakarta menjadi salah wilayah penyumbang kasus terbanyak dan saat ini kembali menjadi episentrum penularan wabah  ini. 

Kendati banyak kasus corona sekarang ini ditemukan tanpa gejala, namun perlu diketahui sejumlah gejala umum bila terserang  penyakit menular itu. Rata-rata gejala akan muncul 5 hingga  6 hari setelah seseorang pertama kali terinfeksi COVID -19, tetapi bisa juga 14 hari setelah terinfeksi.

Dihimpun dari berbagai sumber Jumat (25/6/2021) gejala ringan COVID-19 adalah, deman, batuk kering dan kelelahan.  Kemudian gejala lainnya adalah  rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala, hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki.

Sementara gejala berat seperti, kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak.

Seiring bermutasinya virus ini menjadi varian baru yang beberapa diantaranya telah terkonfirmasi masuk Indonesia  seperti alfa yang berasal dari Inggris, lalu varian beta dari Afrika Selatan, dan Delta dari India yang ditemukan di Jakarta, gejela yang ditimbulkan dari varian baru ini juga sedikit berbeda dari varian COVID-19  varian pertama, namun secara umum gejalanya tidak berbeda jauh. 

Adapun beberapa gejala yang ditemukan pada pasien  COVID-19 varian delta adalah masalah pencernaan,  dengan  gejala yang akan muncul seperti diare dan muntah-muntah. Tidak  hanya itu, pasien yang terserang varian baru ini juga dapat  merasakan nyeri otot, bahkan  nyeri otot masih bisa terasa walau sudah dinyatakan sembuh dari paparan wabah ini. 

“Yang perlu masyarakat ketahui dan perhatikan juga, jika merasakan gejala tapi saat tes Antigen dinyatakan negatif, sebaiknya tetap lakukan tes PCR. Karena, orang yang dinyatakan positif saat tes Antigen, hampir pasti juga dinyatakan positif pada saat tes PCR, tetapi jika negatif saat tes Antigen, belum tentu hasilnya negatif pula pada saat tes PCR dan bisa saja positif saat dites PCR, apalagi jika bergejala,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Dwi Oktavia. 

Dwi juga menyarankan agar warga tidak panik saat terdiagnosis positif Antigen/PCR. Untuk warga yang mendapat hasil positif pada tes Antigen, pastikan segera melakukan tes PCR di Puskesmas secara gratis atau laboratorium lainnya secara mandiri. Adapun langkah saat dinyatakan positif pada tes Antigen/PCR sebagai berikut:

-Lapor kepada RT/RW/Puskesmas setempat,

-Sementara isolasi mandiri dahulu di rumah, tetap memakai masker yang baik di rumah, pisahkan diri dari anggota keluarga yang lain,

-Pastikan kontak erat di lingkungan rumah/kerja segera melakukan tes PCR,

-RT/RW dan Puskesmas akan membantu monitoring harian kondisi pasien. Puskesmas akan menentukan langkah tata laksana yang akan dilakukan oleh pasien sesuai kondisi masing-masing; apakah akan isolasi mandiri di rumah/lokasi isolasi mandiri terkendali/RS.[]