News

Jampidum Kejagung Ingatkan Jaksa Jangan Dagang Perkara Demi Uang

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana meminta jajaran jaksanya selalu menjaga profesionalisme dan integritas.


Jampidum Kejagung Ingatkan Jaksa Jangan Dagang Perkara Demi Uang
Jaksa Agung Muda Pidana Umum Fadil Zumhana (Tengah) (Dok. Puspenkum)

AKURAT.CO, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum Fadil Zumhana meminta jajaran jaksanya selalu menjaga profesionalisme dan integritas. Artinya, jangan jadikan perkara sebagai komoditas dagangan dan jangan jual kehormatan harga diri demi uang.

“Jangan jadikan perkara perdata menjadi perkara pidana karena adanya pesanan, Jaksa jangan menjadi buldoser orang lain, pelajari dengan cermat dan teliti berkas perkara,” ujar Fadil saat memberikan Pengarahan Tentang Penanganan Perkara Tindak Pidana Umum kepada jajaran Kejaksaan Republik Indonesia, Jakarta, kemarin.

Dia meminta agar Jaksa selalu memperhatikan manajemen penanganan perkara secara profesional. Kemudian, juga wajib berpegang pada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.

“Seluruh penanganan perkara agar selalu berpedoman pada Standar Operasional Prosedur atau SOP yang sudah ditetapkan,” ujar Fadil Zumhana.

Mantan Direktur Penyidikan (Dirdik) pada Jampidsus Kejaksaan Agung ini meminta kepada Kepala Kejaksaan Tinggi, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi, Asisten Tindak Pidana Umum, Kepala Kejaksaan Negeri dan para Kasi Pidum di seluruh Indonesia, agar menjadi role model, yang melaksanakan SOP sesuai Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing-masing. 

“Berikan contoh perilaku yang baik. Dan tidak transaksional dalam penanganan perkara, dalam bentuk apa pun,” tegasnya. 

Jampidum Fadil Zumhana meminta para Kepala Kejaksaan Tinggi dan seluruh jajaran Kejaksaan agar menggunakan mekanisme penghentian penuntutan melalui Keadilan Restoratif (RJ) secara profesional, sesuai pedoman yang ada. 

“Para Kepala Kejaksaan Negeri agar secara aktif mendorong perkara yang tidak layak disidangkan berdasarkan hati nurani untuk dihentikan melalui Keadilan Restoratif. Jaga integritas dan nama baik institusi, keluarga dan diri pribadi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Jaksa Agung ST Burhanuddin dikukuhkan sebagai Guru Besar Tidak Tetap Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto, Jumat (10/9/2021). Ia dianugerahi gelar Profesor kehormatan karena dinilai berhasil menerapkan restorative justice dalam sistem peradilan pidana Indonesia.