News

Jalur Rel Israel Pertegas Apartheid di Tepi Barat


Jalur Rel Israel Pertegas Apartheid di Tepi Barat
Pagar pemisah di distrik Salfit, Tepi Barat, ini dialiri listrik sehingga siapa yang berupaya melintas dapat tersengat listrik hingga tewas. (Al Jazeera)

AKURAT.CO, Kepala dewan penyitaan lahan di Salfit, Tepi Barat, Jamal al-Ahmad menyatakan warga memperkirakan sekitar 300 hektare akan dicaplok Israel dari warga Palestina untuk membangun jalur kereta.

Jalur kereta itu masih dalam tahap perencanaan. “Tiga usulan opsi untuk rute itu akan beroperasi dari pemukiman Ariel, termasuk pemberhentian di universitas, terus ke kawasan industri Barkan Israel, dan ke barat menuju Green Line ke arah Tel Aviv,” ungkap rilis Kementerian Transportasi Israel hari ini.

Warga lokal Palestina, seperti biasa, tetap tidak tahu apapun tentang lahan siapa yang akan diambil paksa oleh Israel. Seperti rencana pembangunan Israel lainnya di Salfit yang memiliki dampak langsung pada kehidupan warga Palestina, warga hanya tahu rencana jalur kereta itu saat beritanya muncul di surat kabar Israel.

“Kami tidak pernah menerima pemberitahuan resmi apapun dari Israel saat tanah kami direbut. Kami biasanya bangun dan menemukan Israel tidak lagi mengizinkan kami memasuki tanah kami, atau kami membacanya di media Israel,” ujar Ahmad.

Kementerian Transportasi Israel belum memberi konfirmasi tentang laporan terbaru bahwa Palestina di Tepi Barat aka nmemiliki akses ke jalur kereta itu. Meski demikian, fakta bahwa warga Palestina tidak diizinkan masuk pemukiman Yahudi tanpa izin khusus, jika warga Palestina diizinkan menggunaka nkereta, akses mereka tampaknya akan sangat dibatasi.

“Jalur kereta ini akan semakin memperkuat apartheid di Salfit. Semakin banyak Israel membangun pemukiman, semakin hak dan pergerakan kami dibatasi,” ujar Ahmad.

Ribuan hektare lahan telah direbut paksa dari warga Palestina di Salfit selama beberapa puluh tahun silam. Penyitaan lahan itu untuk membangun pemukiman Yahudi, kawasan industri dan dinding pemisah.[]