News

Jalur Gaza Dibombardir Israel, 160 Pesawat Jatuhkan 450 Rudal dalam 40 Menit

IDF telah membombardir jaringan terowongan Hamas dengan mengerahkan 160 pesawat yang menjatuhkan 450 rudal dalam 40 menit.


Jalur Gaza Dibombardir Israel, 160 Pesawat Jatuhkan 450 Rudal dalam 40 Menit
Sebuah bangunan di Jalur Gaza luluh lantak akibat serangan udara Israel pada Kamis (13/5). (Foto: The New York Times)

AKURAT.CO, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengerahkan 160 pesawat terbang untuk menjatuhkan sekitar 450 rudal dalam operasi udara yang berlangsung selama hampir 40 menit. Serangan itu dilancarkan terhadap 150 sasaran di Gaza utara khususnya di sekitar kota Beit Lahiya.

Dilansir dari The Times of Israel, Juru Bicara IDF Hidai Zilberman mengungkapkan pada Jumat (14/5) bahwa mereka telah membombardir jaringan terowongan yang digali oleh kelompok teror Hamas. Namun, militer masih belum tahu tingkat kerusakan infrastruktur tersebut dan jumlah teroris yang tewas dalam serangan itu. Zilberman pun menyebut terowongan ini sebagai 'aset strategis' bagi Hamas.

The New York Times

"Selain serangan udara, tank Israel, meriam artileri, dan pasukan di perbatasan Gaza melakukan serangan pelengkap terhadap operasi Hamas, khususnya terhadap peluru kendali antitank dan tim peluncur roket yang muncul untuk melakukan serangan yang menyasar Israel," tambah Zilberman.

Ia juga mengklarifikasi bahwa pasukan darat tetap berada di sisi perbatasan Israel dan tidak memasuki Jalur Gaza. Padahal, sebelumnya IDF mengklaim hal yang sebaliknya, sehingga laporan yang salah tentang invasi darat menyebar melalui kanal berita terkemuka di seluruh dunia.

Secara total, IDF pada Jumat (14/5) mengatakan sejauh ini mereka telah membombardir lebih dari 750 target di Jalur Gaza sejak pecahnya pertempuran. Angka itu termasuk puluhan operasi teroris dan sejumlah komandan senior, 4 gedung bertingkat tinggi yang digunakan sebagai fasilitas militer Hamas, puluhan terowongan dan bungker, serta hampir 200 peluncur roket yang terkubur, menurut statistik Angkatan Udara Israel.

Militer Israel juga telah menghancurkan puluhan fasilitas produksi roket, beberapa di antaranya akan membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk diganti, menurut IDF.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas mengatakan pada Jumat (14/5) pagi bahwa korban tewas bertambah menjadi 115 warga Palestina, 27 di antaranya adalah anak-anak. Angka terbaru ini tampaknya belum mencakup semua yang tewas dalam serangan tengah malam IDF. Namun, Israel mengklaim kebanyakan dari korban tewas di Gaza adalah anggota kelompok teror. Dalam beberapa kasus, mereka meninggal akibat roket Palestina yang salah sasaran, termasuk sejumlah anak-anak.

The New York Times

Menurut IDF, sekitar 2 ribu roket dan mortir telah ditembakkan menuju Israel oleh Hamas di Gaza sejak pertempuran meletus pada Senin (10/5) malam. Angka ini termasuk 220 proyektil yang diluncurkan pada Kamis (13/5) jam 7 malam hingga Jumat (14/5) jam 7 pagi. Sekitar 330 dari keseluruhan roket mendarat di dalam kantong Palestina. Setidaknya satu roket menghantam sebuah sekolah, sehingga menewaskan sejumlah anak.

Serangan Hamas sejak Senin (10/5) menewaskan 9 warga Israel. Korban tersebut termasuk bocah berusia 5 tahun yang terkena pecahan roket di Sderot, seorang wanita berusia 87 tahun yang kepalanya cedera saat berlari ke tempat perlindungan, seorang wanita berusia 50 tahun yang jatuh saat bergegas ke tempat perlindungan, dan seorang tentara yang terkena peluru kendali antitank di perbatasan Gaza. Puluhan warga Israel juga terluka dan sejumlah lansia Israel terkena serangan jantung akibat sirene serangan udara.

AFP

Beberapa menit setelah serangan IDF dimulai, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menjanjikan operasi tersebut akan berlanjut untuk menghukum Hamas.

"Kami akan menuntut harga yang sangat mahal dari Hamas dan organisasi teroris lainnya. Kami akan terus melakukannya dengan kekuatan yang besar. Operasi ini akan berlanjut selama diperlukan untuk memulihkan ketenangan dan keamanan Negara Israel," ucapnya.

Sementara itu, upaya internasional untuk menengahi gencatan senjata belum membuat kemajuan signifikan. Pasalnya, para pemimpin Israel berencana akan melanjutkan operasi militer sampai tujuan mereka tercapai.[]

Ahada Ramadhana

https://akurat.co