News

Jalan Kaki Saat Mudik, Buruh Migran India Lahirkan Bayi dan Gendong Anak hingga 160 Km

Jalan Kaki Saat Mudik, Buruh Migran India Lahirkan Bayi dan Gendong Anak hingga 160 Km
Wanita India dan bayinya disebutkan dalam kondisi sehat setelah diselamatkan oleh otoritas lokal di Satna (India Today)

AKURAT.CO, Perjuangan ribuan buruh migran India yang harus mudik atau pulang kampung dengan berjalan kaki karena lockdown memang selalu menyajikan kisahnya sendiri. Bagaimana tidak, setelah beberapa waktu lalu, 16 buruh migran tewas terlindas kereta api, kini seorang pekerja migran wanita dilaporkan melahirkan bayi di tengah perjalanan mudik.

Tidak sampai disitu, buruh migran ini bahkan diketahui melanjutkan perjalanannya hingga sejauh 150-160 kilometer (km) tidak lama sesaat melahirkan.

Dilansir dari India Today pada Rabu (13/5), pada saat kejadian, buruh migran yang tidak disebutkan namanya ini diketahui tengah dalam perjalanan mudik antar negara bagian, yaitu Maharashtra ke Madhya Pradesh. Sekadar info, jarak antara Maharashtra ke Madhya Pradesh diketahui berkisar sekitar 618,8 km.

baca juga:

Sementara, menurut laporan, wanita India ini disebutkan mudik ditemani oleh suami dan keempat anaknya. Wanita dan keluarganya ini diketahui berniat melakukan perjalanan dari kota Nashik di Maharashtra ke kampung asal mereka di Satna, Madhya Pradesh.

Namun, di suatu tempat di sepanjang perjalanan, wanita tersebut tiba-tiba merasakan konstraksi dan akhirnya berhenti di tengah jalan. Beruntung, wanita India ini akhirnya bisa melahirkan bayi perempuan dengan selamat pada pekan lalu.

Meski begitu, setelah melahirkan bayinya, buruh migran ini justru disebutkan hanya beristirahat selama sekitar dua jam saja. Tidak sampai disitu, setelah beristirahat, wanita ini malah lanjut berjalan kaki hingga sekitar 150 km jauhnya.

"Setelah dia melahirkan, kami beristirahat selama dua jam dan kemudian kami berjalan sejauh setidaknya 150 kilometer," ucap sang suami.

Sementara itu, meski sedikit berbeda, CNN mencatat kesaksian seorang pejabat di sebuah pos pemeriksaan di Madhya Pradesh dan menulis perjalanan yang ditempuh setelah melahirkan berkisar 99 mil (159 km).

Pejabat pos, Kavita Kanesh, juga menuturkan bagaimana wanita dan keluarganya ini terlihat luntang-lantung lantaran tidak punya uang, transportasi umum, hingga tidak ada yang memberi tumpangan.

"Dia hanya beristirahat sekitar satu setengah hingga dua jam setelah dia melahirkan. Keluarga itu tidak punya uang, tidak ada alat transportasi, tidak ada yang memberi mereka tumpangan," ujar Kanesh kepada CNN.

Selain itu dalam penuturannya, Kanesh mengatakan bahwa bayi lahir pada Rabu (5/5) minggu lalu, empat hari sebelum wanita dan keluarganya tersebut mencapai pos pemeriksaan di Madhya Pradesh.

Sementara itu, Petugas Kesehatan Blok Satna, AK Ray mengaku telah memfasilitasi wanita dan keluarganya tersebut untuk kembali pulang. Dalam keterangannya, Ray juga menuturkan bahwa ibu dan bayinya kini dalam kondisi sehat.

"Kami mengetahui bahwa administrasi di perbatasan telah mengatur bus untuk mereka, ketika mereka mencapai Unchehara kami membawa mereka ke sini. Semua pemeriksaan telah dilakukan, baik ibu dan bayinya, (mereka) baik-baik saja," terang Ray.

Sejauh ini India mencatat kasus infeksi sebesar 82.103 orang, sedangkan pasien yang tewas karena COVID-19 disebutkan sudah mencapai 2.649 jiwa. Sementara India masih terus mengalami kenaikan kasus, ribuan pekerja migran telah berusaha untuk meninggalkan kota-kota India dan kembali ke desa-desa mereka sejak penguncian diberlakukan pada 25 Maret lalu.

Karena penutupan transportasi umum yang meluas, beberapa buruh migran akhirnya dilaporkan terpaksa melakukan perjalanan dengan berjalan kaki.[]