News

Jaksa Minta Kuasa Hukum Rizieq Tidak Rendahkan Martabat JPU dalam Persidangan

Peristiwa tersebut terjadi semata-mata ingin memperjuangkan hak Terdakwa agar diperlakukan adil selama proses persidangan.


Jaksa Minta Kuasa Hukum Rizieq Tidak Rendahkan Martabat JPU dalam Persidangan
Audiensi PA 212 dan penasehat hukum Rizieq di Kejagung (Dok. Puspenkum Kejagung)

AKURAT.CO, Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni (PA) 212 dan Tim Hukum Terdakwa Rizieq Shihab mendatangi Kejaksaan Agung. Tujuan mereka meminta maaf atas kejadian di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Kapuspenkum Kejaksaan Leo Eben Ezer Simanjuntak mengatakan, tim MRS dihadiri oleh Ketua Dewan Tanfidzi Nasional Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Ma’arif dan beberapa orang pengurus serta salah satu Tim Hukum Terdakwa MRS yaitu Aziz Yanuar.

"Mereka bermaksud untuk tabayyun mengenai penanganan Perkara Tindak Pidana 'Kekarantinaan Kesehatan' yang melibatkan Terdakwa MRS sebagai ulama dan beberapa orang anggota PA 212," terang Leo dalam rilisnya, Jumat (26/3/2021).

Mereka diterima Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syahnan dan Kepala Sub Direktorat Eksekusi dan Ekseminasi pada Direktur Tindak Pidana Narkotika dan Zat Adiktif lainnya Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum, Abdullah serta beberapa orang perwakilan Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung.

Dalam kesempatan itu, Tim Hukum Terdakwa MRS Aziz Yanuar meminta maaf atas kejadian yang terjadi pada saat persidangan yang dilaksanakan secara online baik di Pengadilan Negeri Jakarta Timur maupun Badan Reserse Kriminal Kepolisan RI (Bareskrim Polri).

“Peristiwa tersebut terjadi semata-mata ingin memperjuangkan hak Terdakwa agar diperlakukan adil selama proses persidangan,” kata Aziz Yanuar.

Selanjutnya, Ketua Tim JPU Syahnan menjelaskan Tim JPU tidak sedikitpun mempunyai niat untuk mendzalimi Terdakwa MRS, tugas dan fungsi Tim JPU yang mengharuskan menghadirkan Terdakwa MRS sesuai perintah Hakim sebagaimana yang ditetapkan dalam Penetapan Hakim tentang persidangan secara online.

“Tim JPU tetap menghormati Terdakwa MRS sebagai ulama dan meminta Tim Hukum Terdakwa MRS memahami tugas dan fungsi Tim JPU dalam proses penyelesaian perkara Terdakwa MRS,” kata Syahnan.

Ketua Tim JPU juga meminta kepada Penasehat Hukum MRS untuk tidak mengungkapkan ucapan-ucapan yang merendahkan martabat Tim JPU di dalam persidangan.

Selanjutnya, Ketua Tim JPU mengajak Tim Penasihat Hukum Terdakwa MRS, pengurus dan anggota PA 212 serta seluruh umat Islam untuk tidak terpancing dengan informasi yang belum tentu kebenarannya, sehingga dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. []