News

Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Pepen ke PN Bandung

Jaksa KPK Heradian Salipi telah selesai melimpahkan berkas perkara Eks Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ke Pengadilan Tipikor PN Bandung.


Jaksa KPK Limpahkan Berkas Perkara Pepen ke PN Bandung
Tersangka Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) berjalan saat akan dihadirkan dalam konferensi pers penetapan tersangka di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Perkara dugaan suap pengadaan barang dan jasa serta jual beli jabatan di Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, Jawa Barat siap disidangkan. 

Jaksa KPK Heradian Salipi telah selesai melimpahkan berkas perkara Eks Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) PN Bandung.

"Jaksa KPK Heradian Salipi, (24/5) telah selesai melimpahkan berkas perkara dan surat dakwaan Terdakwa Rahmat Effendi dkk ke Pengadilan Tipikor pada PN Bandung," ucap Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (25/5/2022).

baca juga:

Ali menjelaskan selain melimpahkan berkas Rahmat Effendi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK juga melimpahkan berkas perkara tersangka lainnya yakni Wahyudin, M Bunyamin, Mulyadi alias Bayong, dan Jumhana Lutfi.

Ali menyampaikan penahanan Pepen atau Rahmat Effendi sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan Tipikor namun hingga kini tempat penahan untuk sementara waktu masih dilakukan di Rutan KPK.

"Rahmat Effendi dan Wahyudin di Rutan KPK pada Gedung Merah Putih, M. Bunyamin, Mulyadi alias Bayong dan Jumhana Lutfi di Rutan KPK pada Kavling C1," papar Ali.

Ali mengungkapkan tim jaksa KPK selanjutnya masih akan menunggu penetapan penunjukkan Majelis Hakim dan penetapan hari sidang pertama dengan agenda pembacaan surat dakwaan.

Ali juga menjelaskan para terdakwa didakwa dengan Pasal 12 huruf a Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP atau Pasal 11 Jo Pasal 18 UU Tipikor Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan 9 tersangka dugaan tindak pidana korupsi pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan yang melibatkan tersangka Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi.

Tersangka itu adalah para pemberi suap Direktur PT ME Ali Amril (AA), pihak swasta Lai Bui Min (LBM), Direktur PT KBR Suryadi (SY), serta Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

Sementara para penerima suap, yakni Rahmat Effendi (RE), Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin (MB), Lurah Jati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL).

Berdasarkan temuan KPK, Pepen diduga menerima uang lebih dari Rp7,1 miliar.

Rahmat juga disebut menerima uang dari beberapa pegawai pada Pemerintah Kota Bekasi sebagai pemotongan terkait posisi jabatan. 

Rahmat Effendi diduga menetapkan lokasi pada tanah milik swasta dan intervensi dengan memilih langsung para pihak swasta yang lahannya akan digunakan untuk proyek pengadaan dimaksud serta meminta untuk tidak memutus kontrak pekerjaan. 

Proyek-proyek itu antara lain, pembebasan lahan sekolah di wilayah Rawalumbu senilai Rp21,8 miliar, pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp25,8 miliar, pembebasan lahan Polder Air Kranji senilai Rp21,8 miliar dan melanjutkan proyek pembangunan gedung teknis bersama senilai Rp15 miliar. []