News

Jaksa KPK Bakal Hadirkan Andi Arief sebagai Saksi di Sidang Bupati PPU

KPK bakal memanggil Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief sebagai saksi sidang kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara.

Jaksa KPK Bakal Hadirkan Andi Arief sebagai Saksi di Sidang Bupati PPU
Kepala Bapilu Demokrat Andi Arief di Gedung Merah Putih KPK (AKURAT.CO/Fajar Rizky Ramadhan)

AKURAT.CO Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut bakal memanggil Kepala Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief sebagai saksi dalam sidang kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud.

Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri mengatakan, selain memanggil Andi Arief, saksi lainnya juga akan dihadirkan dalam persidangan yakni Kader Demokrat Jemmy Setiawan.

"Tim Jaksa KPK mengagendakan pemanggilan saksi-saksi untuk Terdakwa Abdul Gafur Masud dkk. Di antaranya Andi Arief (Kepala Badan Pemenangan Pemilu Partai Demokrat), Jemmy Setiawan," ucap Ali dalam keterangannya, Selasa (19/7/2022).

baca juga:

KPK, kata Ali, meminta agar para saksi yang dibutuhkan keterangannya agar bersikap kooperatif memenuhi pemanggilan tersebut. Para saksi juga diminta memberikan keterangan yang benar dan jujur pada persidangan.

Hal itu dibutuhkan guna memperjelas dan membuat kasus korupsi yang menjerat Abdul Gafur menjadi lebih terang lagi.

"Kami berharap, saksi-saksi tersebut kooperatif hadir dan memberikan keterangan didepan persidangan dengan jujur karena dari keterangan saksi dimaksud akan menjadi jelas dan terang dugaan perbuatan terdakwa sebagaimana uraian surat dakwaan tim Jaksa," ungkap Ali.

Kasus suap di Kabupaten Penajem Paser Utara bermula dari operasi tangkap tangan atau OTT KPK terhadap Abdul Gafur Mas'ud bersama lima tersangka lainnya.

Mereka adalah Plt Sekda Penajam Paser Utara, Mulyadi; Kepala Dinas PUTR Kab PPU, Edi Hasmoro; Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kab PPU, Jusman; dan Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan, Nur Afifah Balqis.

Sedangkan tersangka pemberi suap yakni, pihak swasta bernama Achmad Zuhdi alias Yudi.

Dalam tangkap tangan ini KPK menyita uang Rp1 miliar serta di dalam rekening milik tersangka Bendahara Umum DPC Partai Demokrat Balikpapan Nur Afifah Balqis sebesar Rp447 juta. 

Adapun Bupati nonaktif PPU tersebut didakwa menerima suap seebsar Rp5,7 miliar terkait sejumlah proyek. 

Tim JPU KPK mengungkapkan suap diterima Abdul Gafur yang juga ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan melalui sejumlah orang kepercayaannya dari berbagai pihak, salah satunya PT Waru Kaltim Plantations (PT WKP). []