News

Jaksa Hadirkan Sespri Sambo Hingga Ahli Forensik Digital di Sidang Hendra Kurniawan

Jaksa Hadirkan Sespri Sambo Hingga Ahli Forensik Digital di Sidang Hendra Kurniawan
Dua tersangka kasus obstruction of justice pembunuhan berencana Brigadir J, Hendra Kurniawan (tengah) dan Agus Nurpatria (kanan) ditunjukkan petugas saat saat proses pelimpahan berkas perkara tahap dua kasus di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (5/10/2022). Penyidik Bareskrim Polri menyerahkan 11 tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Agung dalam pelimpahan tahap dua terkait kasus pembunuhan berencana Brigadir J dan obstruction of justice yang salah satunya menjerat mantan Kadiv Propam (Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan kasus obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir J  dengan terdakwa Hendra Kurniawan dan Agus Nur Patria.

Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan saksi. Nantinya, akan ada enam saksi yang akan hadir dalam persidangan Hendra dan Agus.

"Ada enam saksi (hadir dalam sidang Hendra dan Agus)," kata kuasa hukum Hendra dan Agus, Ragahdo Yosodiningrat, Kamis (1//12/2022).

baca juga:

Keenam saksi itu adalah mantan staf pribadi (sespri) eks Kepala Divisi Kadiv Propam Ferdy Sambo, Novianto Rifai dan tiga anggota kepolisian yang bekerja di bagian Divisi Propam Polri yakni, Radite Hernawa, Agus Saripul dan M Rafli.

Sementara dua ahli digital forensik yang dihadirkan adalah ahli dari Polri bernama Hery Priyanto dan Adi Setya.

Selain sidang terhadap Hendra dan Agus, PN Jaksel juga akan menggelar sidang terhadap Irfan Widyanto.

Adapun saksi yang akan hadir dalam sidang Irfan Widyanto yaitu Radite Hernawa.

Total ada enam terdakwa dalam kasus obstruction of justice. Mereka adalah adalah Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria, Chuck Putranto, Irfan Widianto, Arif Rahman Arifin, dan Baiquni Wibowo.

Para terdakwa disebut merusak atau menghilangkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV di TKP Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Atas perbuatan mereka, Hendra Kurniawan dkk didakwa melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 subsidair Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 dan/atau dakwaan kedua pasal 233 KUHP subsidair Pasal 221 ayat (1) ke 2 KUHP juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP.[]