News

Jaksa Gadungan Peras Korban Rp 1 Miliar Dicokok

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana menuturkan ketiga jaksa gadungan tersebut berinisial WI, RAP, dan FIP.

Jaksa Gadungan Peras Korban Rp 1 Miliar Dicokok
Tiga oknum jaksa gadungan yang berhasil diamankan (Dok. Kejaksaan Agung)

AKURAT.CO Tim Satgas 53 dan Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat berhasil mengamankan tiga jaksa gadungan yang melakukan pemerasan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana menuturkan ketiga jaksa gadungan yang ditangkap berinisial WI, RAP, dan FIP.

"Adapun pengamanan dilakukan berdasarkan informasi yang diperoleh dari korban yang mengalami pemerasan," kata Ketut dalam keterangannya, Sabtu (13/8/2022).

baca juga:

Ketut menjelaskan penangkapan bermula pada Kamis sekira pukul 21.00 WIB tim mendapatkan informasi bahwa TO memeras Rp 1 miliar kepada korban.

"Namun saat itu korban hanya menyanggupi sebesar Rp 50 juta dan uang akan diambil TO di dekat Stasiun Cikini," tuturnya.

Berdasarkan informasi tersebut, sambung Ketut, tim langsung melakukan pemantauan di sekitar Stasiun Cikini dan ketika target terlihat menerima uang dari korban, tim langsung melakukan pengamanan terhadap pelaku. 

"Dari tindakan tersebut, diketahui dua jaksa gadungan yang berhasil amankan berinisial WI dan RAP, serta barang bukti berupa uang sebesar Rp 50 juta, senjata soft gun, telepon genggam dan kartu debit," ujarnya.

Usai diamankan, keduanya langsung dirinigkus menuju Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat guna dimintai keterangan. Berdasarkan pengakuan dua jaksa gadungan tersebut, keduanya diperintahkan oleh pelaku lainnya yakni FIP untuk mengambil Rp 50 juta itu.

"Selanjutnya kedua jaksa gadungan dibawa menuju Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Pusat sesuai dengan locus delicti (tempat terjadinya suatu tindak pidana atau lokasi tempat kejadian perkara) guna dilaksanakan ekspose dan penyerahan 2 (dua) jaksa gadungan itu beserta barang bukti," papar Ketut.

Hasil keterangan keduanya yang telah diamankan, diperoleh data bahwa FIP diketahui berasal dari Cirebon dan bekerja sebagai wiraswasta.

"Selanjutnya, tim penyidik Polres Metro Jakarta Pusat bersama tim Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat melakukan pengecekan posisi FIP dan kemudian ditemukan bahwa yang bersangkutan sedang berada di Masjid Kejaksaan Agung," ungkapnya.

Setelah mengetahui keberadaan FIP, Tim segera melakukan pengamanan dan langsung dibawa menuju Polres Metro Jakarta Pusat untuk diproses perkaranya bersama dua jaksa gadungan yang ditangkap terlebih dahulu yakni WI dan RAP.

"Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat akan terus berkoordinasi dengan Polres Metro Jakarta Pusat untuk memonitor penanganan perkara," tukas dia.[]