News

Jaksa Boyong 5 Saksi dalam Sidang Perkara Suap Mantan Penyidik KPK Robin Pattuju

KPK berharap mendapatkan fakta baru dari sidang perkara suap mantan penyidiknya Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain.


Jaksa Boyong 5 Saksi dalam Sidang Perkara Suap Mantan Penyidik KPK Robin Pattuju
Ilustrasi. (AKURAT.CO/Lukman Hakim Naba.)

AKURAT.CO, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berharap mendapatkan fakta baru dari sidang perkara suap mantan penyidiknya Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Senin (27/9/2021).

Dalam agenda sidang, tim jaksa penuntut umum (JPU) KPK rencananya bakal membawa lima saksi. Adapun lima saksi yang dibawa hari ini yaitu Sebastian D Marewa, Ardi Yanoor, Yuri Novica, Agus Supriyadi, Deddy Yulianto.

Mereka akan bersaksi bagi terdakwa Ajun Komisaris Polisi (AKP) Robin dan Maskur. Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri mengatakan, pihaknya berharap mendapatkan fakta baru dalam persidangan.

"Benar, hari ini sidang," kata Ali saat dikonfirmasi, Jakarta, Senin (27/9/2021).

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa mantan penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju menerima suap senilai Rp11,025 miliar dan 36 ribu dolar AS (sekitar Rp513 juta), sehingga totalnya sebesar Rp11,5 miliar. Suap tersebut terkait pengurusan lima perkara dugaan korupsi di KPK.

"Terdakwa Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK bersama-sama dengan Maskur Husain menerima hadiah berupa uang dengan jumlah keseluruhan Rp11.025.077.000 dan 36 ribu dolar AS," kata jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (13/9/2021).

Suap itu berasal dari M Syahrial sejumlah Rp1,695 miliar, Azis Syamsudin dan Aliza Gunado sejumlah Rp3.099.887.000 dan 36 ribu dolar AS, Ajay Muhammad Priatna sejumlah Rp507,39 juta, Usman Effendi sejumlah Rp525 juta dan Rita Widyasari sejumlah RpRp5.197.800.000.

"Agar terdakwa dan Maskur Husain membantu mereka terkait kasus/perkara di KPK," tambah Jaksa.

Jaksa mengungkapkan, Pertama, dalam perkara yang melibatkan M Syahrial, Robin dan Maskur Husain didakwa menerima Rp1,695 miliar dari janji Rp1,7 miliar dari Syahrial untuk mengamankan penyelidikan kasus jual beli jabatan di lingkungan pemerintah Kota Tanjungbalai agar tidak naik ke tahap penyidikan.