News

Jakarta PPKM Level 2, Apa Kata Pemprov DKI?

Ariza menuturkan, keputusan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Jawa-Bali menaikkan level kewaspadaan DKI pada level 2 itu sudah tepat.


Jakarta PPKM Level 2, Apa Kata Pemprov DKI?
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahamad Riza Patria (AKURAT.CO/Yohanes Antonius )

AKURAT.CO Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan, naiknya status PPKM Jakarta menjadi level 2 merupakan strategi pemerintah pusat menghadapi liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta kemunculan varian baru Covid-19 yakni Omicron.

Menurutnya, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam hal tersebut lebih berhati-hati menyikapi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada momentum tersebut.

"Ini kan bagian dari strategi pemerintah pusat, bersama pemerintah daerah agar kita lebih antisipatif, lebih hati-hati menyikapi tren kenaikan yang selalu terjadi di libur akhir tahun (Nataru). Apalagi kita tahu ada varian baru Omicron, juga harus lebih hati-hati lagi. Jadi saya kira ini satu kebijakan yang lebih baik ya," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Selasa (30/11/2021) malam.

Ariza menuturkan, keputusan pemerintah melalui Satgas Penanganan Covid-19 Jawa-Bali menaikkan level kewaspadaan DKI pada level 2 itu sudah tepat. Sebab, itu akan mendorong kewaspadaan dini masyarakat terhadap kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa libur Nataru.

"Saya kira ini suatu kebijakan yang baik. daripada kita di level 1 nanti semua dilonggarkan nanti malah terjadi penularan yang lebih besar," katanya.

Bagaimana pun, Ariza menuturkan, Pemprov DKI menghormati keputusan pemerintah pusat itu. Padahal, berdasarkan statistik kasus Covid-19 dan vaksinasi di Jakarta terbilang sangat baik. Terlebih lagi, kasus Covid-19 cenderung melandai sementara vaksinasi meningkat tajam menjangkau seluruh target pemerintah.

"Tentu kami menghormati kebijakan yang diambil pemerintah pusat melalui Satgas pusat melalui instruksi Menteri Dalam Negeri, Jakarta memasuki level 2," ujarnya.

Dia menambahkan, vaksinasi Covid-19 di Jakarta sudah melampaui target 11 juta orang. Sementara keterisian tempat tidur khusus Covid-19 mencapai 4 persen dan ICU sebanyak 8 persen. Saat bersamaan, upaya pelacakan (tracing) juga masih terus dilakukan tanpa henti.

"Lebih baik level 2 supaya kita lebih waspada lebih berhati-hati. Apalagi nanti akan memasuki level 3. Mudah-mudahan akhir tahun ini tidak terulang kejadian di akhir tahun yang lalu yaitu terjadi peningkatan selama musim libur Natal dan Tahun Baru," katanya. []