News

Jajak Pendapat Terakhir Pilpres AS, Joe Biden Unggul 5 Persen dari Donald Trump

Jajak pendapat terakhir Pilpres AS, Joe Biden unggul


Jajak Pendapat Terakhir Pilpres AS, Joe Biden Unggul 5 Persen dari Donald Trump
Kolase foto Joe Biden dan Donald Trump (ABC News)

AKURAT.CO, Calon presiden (Capres) Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Joe Biden, unggul 5 persen dari Donald Trump dalam jajak pendapat nasional terakhir Emerson College-NewsNation menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 3 November mendatang.

Dilansir dari WFLA, responden disurvei untuk siapa mereka akan memberikan suara. Hasilnya, 50 persen mendukung Biden, sedangkan 45 persen mengatakan Donald Trump. Sementara itu, sebanyak 2 persen memilih orang lain, sedangkan 2 persen masih ragu-ragu. Margin kesalahan jajak pendapat kurang lebih 2,8 persen poin persentase.

Biden unggul di kalangan pemilih pinggiran kota dengan hasil survei 54 persen banding 40 persen dan pemilih perkotaan 55 persen banding 42 persen. Sementara itu, Trump kuat di kalangan pemilih pedesaan dengan hasil survei 59 persen banding 34 persen.

Jajak Pendapat Terakhir Pilpres AS, Joe Biden Unggul 5 Persen dari Donald Trump - Foto 1
WFLA

Emerson College mencatat persaingan ini tetap stabil sejak bulan Juni. Biden secara konsisten unggul dari Trump dengan selisih 2-5 poin. Angka terkuat diraihnya dalam jajak pendapat pada bulan Oktober ini. Sementara itu, mayoritas pemilih yang disurvei tidak setuju dengan hasil pekerjaan Trump sebagai presiden, sedangkan 45 persen setuju, dan 4 persen memilih netral.

Bagi responden, ekonomi masih dianggap sebagai isu terpenting (31 persen) dalam menentukan kandidat mana yang layak mendapat suara, diikuti dengan respons COVID-19 (22 persen), keadilan sosial (15 persen), kesehatan (11 persen), perubahan iklim (9 persen), dan Mahkamah Agung (3 persen). Sementara itu, 8 persen responden memilih isu lainnya.

Jajak Pendapat Terakhir Pilpres AS, Joe Biden Unggul 5 Persen dari Donald Trump - Foto 2
WFLA

Jajak pendapat nasional Emerson College-NewsNation dilakukan pada 25-26 Oktober 2020. Sampel terdiri dari kemungkinan pemilih Demokrat, Republik, dan Independen. Kumpulan data diukur berdasarkan jenis kelamin, usia, pendidikan, ras, dan wilayah berdasarkan pemodelan partisipasi pemilih tahun 2016. Data dikumpulkan menggunakan sistem Respons Suara Interaktif (IVR) dari telepon rumah dan panel daring.

"Survei ini mengukur pemilihan popularitas dan tidak seharusnya digunakan untuk memprediksi kandidat mana yang akan memenangkan 'electoral college'," kata Direktur Jajak Pendapat Emerson College Spencer Kimball.

Pasalnya, persepsi jajak pendapat politik pernah melenceng usai Pilpres 2016. Hillary Clinton banyak meraih jajak pendapat popularitas, tetapi Donald Trump secara mengejutkan memenangkan pilpres. []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu