News

Jair Bolsonaro Longgarkan Aturan Pemakaian Masker di Ruang Publik


Jair Bolsonaro Longgarkan Aturan Pemakaian Masker di Ruang Publik
Presiden Brasil Jair Bolsonaro (REUTERS/Ueslei Marcelino)

AKURAT.CO, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, telah menyetujui undang-undang yang membuat penggunaan masker sebagai kewajiban publik selama pandemi virus corona (COVID-19). Dalam siaran media sosial, Bolsonaro mengatakan orang bisa didenda karena tidak mengenakan masker di rumah.

Namun, ia memveto penggunaannya di toko-toko, gereja, dan sekolah.

RUU yang disahkan oleh Majelis Deputi mencakup sebuah artikel yang mengatakan bahwa masker harus dikenakan oleh orang-orang di perusahaan komersial dan industri, kuil agama, tempat pengajaran, dan juga tempat-tempat tertutup di mana orang berkumpul.

Pada hari Jumat (3/7), Bolsonaro memveto artikel tersebut, dengan alasan bahwa hal itu dapat mengarah pada pelanggaran hak properti. Dia juga memveto orang lain yang membutuhkan distribusi masker kepada orang miskin.

Kongres memiliki waktu 30 hari untuk menolak veto dengan suara mayoritas absolut.

Ini bukanlah pertama kalinya Bolsonaro "bermasalah dengan masker". Bulan lalu, seorang hakim federal memerintahkan presiden untuk mengenakan masker di ruang publik - sesuatu yang sering ditolaknya. Namun, perintah itu kemudian dibatalkan oleh pengadilan lain.

Bolsonaro seakan menolak untuk mengakui bahwa negaranya mencatatkan angka tertinggi kedua dalam hal jumlah kasus virus corona. Berdasarkan data World Meters Info, Brazil mencatatkan 1,5 juta kasus dengan 63.254 kematian dan 916.417 pasien sembuh.

Presiden sayap kanan itu juga menegaskan bahwa karantina dan jarak sosial tidak diperlukan untuk memerangi virus corona dan hanya akan merusak ekonomi Brasil yang rapuh.

Pada Kamis malam, bar diizinkan untuk dibuka di Rio de Janeiro, kota di mana lebih dari 6.600 orang meninggal karena COVID-19.

Anggota Kongres Federal David Miranda mengunggah foto yang memperlihatkan puluhan orang minum di jalan di distrik Leblon kota tanpa terlihat mengenakan masker atau menjaga jarak.

"Sebuah tragedi yang telah diduga. Keputusan Wali Kota Rio de Janeiro Marcelo Crivella untuk membuka pintu bisnis akan datang dengan harga yang tinggi," tulisnya di Twitter, dilansir dari laman BBC, Sabtu (4/7). []

Dian Dwi Anisa

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu