Ekonomi

Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, BI Lanjutkan Bauran Kebijakan Akomodatif

BI akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional.


Jaga Stabilitas Sistem Keuangan, BI Lanjutkan Bauran Kebijakan Akomodatif
Gurbernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, Jakarta, Kamis (14/11) (AKURAT.CO/Wayan Adhi Mahardhika )

AKURAT.CO Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memastikan pihaknya akan melanjutkan bauran kebijakan yang akomodatif dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional, terutama untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Salah satunya dengan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI-7DRRR) di level 3,50 persen.

“BI dalam RDG 19-20 April mempertahankan suku bunga rendah dengan mempertahankan BI7DRRR sebesar 3,5 persen. Ini merupakan suku bunga kebijakan BI terendah sepanjang sejarah," kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Senin (3/5/2021).

Selain itu, untuk menjaga stabilitas dari dampak global dengan kenaikan yield US Treasury maka BI terus melakukan stabilitas nilai tukar rupiah dengan intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forwards (DNDF) dan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dari pasar sekunder.

“Stabilisasi nilai tukar erat kordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk menjaga stabilitas pasar SBN,” lanjutnya.

Sementara, dari sisi kebijakan makroprudensial, BI mempertahankan kebijakan makroprudensial yang akomodatif dengan mempertahankan rasio Countercyclical Buffer (CCB) sebesar nol persen, rasio Penyangga Likuiditas-Makroprudensial (PLM) sebesar enam persen dengan fleksibilitas repo sebesar enam persen, serta rasio PLM Syariah sebesar 4,5 persen dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5 persen.

Tak hanya itu, BI turut memperkuat rasio intermediasi makroprudensial (RIM) dengan melonggarkan ketentuan Loan To Value (LTV) untuk KPR menjadi 100 persen dan uang muka KKB menjadi 0 persen serta mendorong penurunan suku bunga kredit perbankan dengan Suku Bunga Kredit Dasar (SBDK).

“Dari sisi kebijakan sistem pembayaran, BI mempercepat program-program digitalisasi untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional,” pungkasnya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co