Ekonomi

Jaga Pelestarian Penyu, KKP Guyur Bantuan Tenda Drone dan Motor

KKP memberikan bantuan berupa tenda drone dan motor roda tiga kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Penyu Aroen Meubanja


Jaga Pelestarian Penyu, KKP Guyur Bantuan Tenda Drone dan Motor
Tukik (anak penyu) yang berhasil ditetaskan secara semi alamiah berjalan menuju pantai di Kawasan Konservasi Penyu. (ANTARA FOTO/Budi Candra Setya)

AKURAT.CO Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan bantuan berupa tenda drone dan motor roda tiga kepada Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Penyu Aroen Meubanja di Panga, Kabupaten Aceh Jaya, guna menjaga lokasi peneluran penyu.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut KKP Hendra Yusran Siry dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (1/8/2021) menerangkan peran masyarakat dalam menjaga dan mengelola ekosistem kelautan saat ini sangat dibutuhkan agar sinergis dengan program kerja pemerintah.

"Bantuan Kompak (Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi) merupakan salah satu bentuk komitmen KKP dalam menjaga dan mengelola wilayah pesisir dan laut dengan melibatkan masyarakat yang fokus kepada kegiatan konservasi. Saya berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pelestarian penyu di Kabupaten Aceh Jaya," papar Hendra dilansir dari Antara.

Ia mengemukakan, bantuan KKP diberikan melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) senilai Rp123,82 juta yang terdiri dari 3 set tenda drone, 1 unit motor roda tiga (kapasitas 300 cc), 1 unit genset portabel, 1 unit laptop, 1 unit printer, 1 unit proyektor, 1 unit radio SSB, 3 unit HT dan 1 unit sound system portabel.

Ketua Kelompok Masyarakat Penyu Aroen Meubanja, Murniardi HR sangat menyambut baik bantuan ini dan mengungkapkan komitmennya untuk menjaga penyu di sepanjang Pantai Panga yang memiliki panjang 15,5 km tersebut.

"Bantuan ini pastinya sangat bermanfaat dan kami Kelompok Aroen Meubanja siap berkomitmen dalam kegiatan konservasi dan menjaga barang bantuan yang telah diberikan KKP," ujar Murniadi.

Sementara itu, Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Laut KKP Andi Rusandi menyampaikan bantuan Kompak diberikan sebagai salah satu bentuk apresiasi keterlibatan masyarakat dalam mengelola wilayah laut.

Hal itu, ujar dia, sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang meminta jajaran KKP memperhatikan kelompok masyarakat penggiat lingkungan sektor kelautan dan perikanan.

“Kami akan lakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat. Jika ada keberhasilan dalam pemanfaatannya, maka ini dapat ditingkatkan dengan barang bantuan atau lainnya,” tutur Andi.

Sumber: Antara