Lifestyle

Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Atasi Stres Selama Pandemi

Pandemi Covid-19 menyebabkan banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi


Jaga Kesehatan Mental, Ini Cara Atasi Stres Selama Pandemi
Ilustrasi stres akibat pandemi

AKURAT.CO, Kasus terkonfirmasi positif virus corona di Indonesia telah tembus dua juta jiwa.

Alhasil, masyarakat pun diminta untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan mengurangi aktivitas yang berisiko terpapar Covid-19.

Kondisi yang berubah dengan begitu cepat, pemberitaan secara terus-menerus, serta pandemi yang tak tahu kapan berakhir, menyebabkan banyak orang merasa bingung, cemas, stres, dan frustasi.

Bahkan bagi sebagian orang, rasa stres dan cemas menghadapi pandemi ini bisa sampai mengganggu kesehatan mental.

Apalagi jika memiliki riwayat gangguan kecemasan, depresi, atau serangan panik. Tubuh manusia sebenarnya tidak bisa menahan stres dalam jangka waktu yang lama.

Menurut profesor epidemiologi psikiatrik di Harvard TH Chan School of Public Health, Karestan Koenen, Ph.D, stres menghadapi pandemi dalam jangka panjang juga dapat memicu gangguan stres pascatrauma (PTSD).

Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengelola stres selama pandemi agar tidak sampai menganggu kesehatan mental. 

Melansir dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), berikut AKURAT.CO uraikan efek yang ditimbulkan dari stres:

  • Perasaan takut, marah, sedih, khawatir, mati rasa, atau frustrasi
  • Perubahan nafsu makan, energi, keinginan, dan minat
  • Kesulitan berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Sulit tidur atau mimpi buruk
  • Reaksi fisik, seperti sakit kepala, nyeri tubuh, masalah perut, dan ruam kulit
  • Memburuknya masalah kesehatan kronis
  • Memburuknya kondisi kesehatan mental
  • Peningkatan penggunaan tembakau, alkohol, dan zat lainnya

Menyadari hal ini, CDC pun mengeluarkan panduan agar masyarakat dapat membantu diri sendiri dan  orang lain mengelola stres: 

  • Beristirahatlah dari menonton, membaca, atau mendengarkan berita, termasuk yang ada di media sosial. Kamu memang membutuhkan informasi untuk mengetahu apa yang sedang terjadi, namun mendengar informasi tentang Covid-19 secara berlebihan dapat meningkatkan perasaan cemas. Jadi, cobalah untuk  membatasinya.
  • Jaga tubuhmu.
    1. Ambil napas dalam-dalam, regangkan, atau renungkan ikon eksternal.
    2. Cobalah makan makanan yang sehat dan seimbang.
    3. Berolahraga secara teratur.
    4. Tidur yang cukup.
    5. Hindari alkohol, tembakau, dan penggunaan zat yang berlebihan.
    6. Lanjutkan dengan tindakan pencegahan rutin (seperti vaksinasi, pemeriksaan kanker, dll.) seperti yang direkomendasikan oleh penyedia layanan kesehatanmu.
    7. Dapatkan vaksinasi dengan vaksin COVID-19 jika tersedia.
  • Luangkan waktu untuk bersantai dan melepas lelah. Cobalah untuk lepas dari rutinitas, dan melakukan beberapa aktivitas lain yang kamu sukai.
  • Terhubung dengan orang lain. Bicaralah dengan orang yang kamu percayai tentang kekhawatiran  dan perasaanmu selama pandemi.
  • Terhubung dengan komunitas atau organisasi berbasis agama. Cobalah terhubung secara online, melalui media sosial, atau melalui telepon atau surat.

Selain itu, menjaga dan merawat diri sendiri juga dapat membuatmu membantu orang lain mengatasi kecemasannya. Cobalah membantu orang lain mengatasi stres melalui panggilan telepon atau obrolan video. Ini bisa membantu kamu dan orang yang kamu cintai merasa tidak terlalu kesepian atau terisolasi.

Apabila kamu alami sudah  menghalangi aktivitas harian selama beberapa hari, segera hubungi penyedia layanan kesehatan. Hal ini tidak bisa dianggap sepele karena, stres yang ekstrim bisa memicu kamu melakukan bunuh diri. 

Tak jauh berbeda dengan CDC, pemerintah pun sudah mengeluarkan beberapa cara untuk mengelola stres akibat pandemi Covid-19, lewat covid19.go.id

  • Ikuti hanya informasi akurat tentang Covid-19, dan batasi mengonsumsi pemberitaan Covid-19. 
  • Jaga pola makan, tidur yang cukup, dan lakukan olahraga setiap hari. 
  • Lakukan kegiatan yang disukai.
  • Sisihkan lima menit setiap hari untuk mengobrol dengan teman atau keluarga tentang perasaan yang dialami. 
  • Berbicara dengan atasan atau kolega, teruta,a jika khawatir kegiatan dalam respon Covid-19. 
  • Adakan dan jalankan rutinitas harian.
  • Minimalkan penggunaan nikotin, obat-obatan, kafein atau nikotin. 
  • Buat daftar singkat keberhasilan atau hal-hal kecil yang disyukuri setiap hari. 
  • Pahami secara realistis bahwa ada hal yang bisa kita kendalikan dan ada yang tidak. Coba kegiatan bersantai, misalnya bernapas dengan perlahan, merenggangkan otot, menari, berdoa, atau melakukan yoga.[] 

Riandar Fata Hudaya

https://akurat.co