News

Jadwal Pelaksanaan Formula E Ditarik Ulur Terus, Anies Stop Setor Duit ke Penyelenggara

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ingin ada kejelasan dari penyelenggara balapan mobil listrik itu


Jadwal Pelaksanaan Formula E Ditarik Ulur Terus, Anies Stop Setor Duit ke Penyelenggara
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan usai menjadi Inspektur upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila, di Silang Monas, Selasa (1/10/2019) (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyetop pendanaan gelaran Formula E yang rencananya diadakan di Ibu Kota. Gelaran balap mobil listrik ini sempat ia gadang-gadang bakal menarik banyak wisatawan lokal maupun luar negeri untuk datang ke Jakarta.

Pendanaan hajatan balap mobil bebas emisi itu dihentikan sebab jadwal gelarnya ditarik ulur terus lantaran Covid-19 yang tak kunjung usai.

Bahkan pada kalender gelaran Formula E 2022 yang telah dirilis penyelenggara Formula E (FEO) tak ada nama Kota Jakarta sebagai lokasi balap Formula E.

"Formula E ditunda, jadinya pendanaan kami hentikan dulu,”  kata Ariza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (6/8/2021).

Sebelum Covid-19 mengepung Jakarta sejak tahun lalu, agenda gelaran Formula E direncanakan mulai digelar 2020. Ajang itu sedianya dihelat dalam lima tahun berturut-turut hingga 2024 mendatang.

Karena bencana non alam yang mengerikan itu, jadwal  gelaran Formula E kemudian digeser ke 2022 nanti.

Penundaan Formula E tertuang dalam surat Gubernur DKI Nomor 117/-1.857.73. Surat ini ditujukan kepada Organizing Committee Jakarta E-Prix tanggal 9 Maret 2020.

Ariza menegaskan, untuk penghentian pendanaan itu, nantinya akan diurus PT Jakarta Propertindo, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang tunjuk langsung Anies Baswedan untuk mengurusi hajatan kelas internasional itu. 

"Kita tunggu saja, nanti Jakpro yang akan urus secara teknis,” tuturnya.

Pemprov DKI Telah Gelontorkan Dana Nyaris Rp1 Triliun

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menggelontorkan anggaran nyaris Rp1 triliun untuk mewujudkan impiannya menggelar balap Formula E di Ibu Kota.

Besaran commitment fee yang telah dikeluarkan Anies Baswedan untuk penyelenggaraan Formula E dibongkar Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan DKI Jakarta.

"Berdasarkan penelitian transaksi keuangan terkait penyelenggaraan Formula E diketahui bahwa pembayaran yang telah dilakukan kepada FEO adalah senilai GBP53.000.000 atau setara Rp983.310.000.000,” kata Kepala Perwakilan BPK Perwakilan DKI Jakarta Pemut Aryo Wibowo kepada pewarta, Jumat (19/3/2021).

Dijelaskan Aryo, anggaran sebanyak itu telah dinyatakan Anies Baswedan dalam beberapa tahap. Pada 2019 dia membayar Rp360 miliar. Kemudian pada 2020 Anies kembali membayar Rp200,3 miliar. 

"Lalu, Bank Garansi yang dibayarkan senilai Rp423 miliar," tuturnya.[]