Ekonomi

Jadi Tujuan Ekspor, Segini Investasi Belanda di Indonesia

Perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia


Jadi Tujuan Ekspor, Segini Investasi Belanda di Indonesia
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa Belanda merupakan salah satu tujuan ekspor Indonesia. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Perdagangan bilateral Indonesia dan Belanda selalu menunjukkan surplus bagi Indonesia. Pada 2020, nilai perdagangan bilateral tercatat mencapai US$3,92 miliar, di mana ekspor Indonesia mencapai US$3,11 miliar dan impor senilai US$804,3 juta.

Belanda merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke 11 bagi Indonesia, dengan komoditas utama antara lain minyak kelapa sawit 14 persen, produk kimia 12 persen, kopra dan produk turunannya 6 persen, minyak nabati atau hewani dan produk turunannya 6 persen, minyak bumi 5 persen, cokelat, mentega, lemak dan minyak 3 persen, timah 3 persen, produk alas kaki 2 persen, serta asam dan produk turunannya 2 persen.

Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di sela-sela agenda World Economic Forum Annual Meeting (WEFAM) 2022 di Davos-Swiss melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, Rabu (25/5/2022). Pertemuan ini digelar untuk membahas hubungan kerja sama ekonomi kedua negara dan situasi global saat ini.

baca juga:

Dirinya menyampaikan reformasi regulasi terkait investasi di Indonesia. Selain itu, juga disampaikan beberapa perhatian khusus terhadap dampak perekonomian akibat situasi geopolitik yang terjadi, dan juga beberapa isu penting bagi kedua negara seperti peningkatan akses pasar produk Indonesia dan kerja sama Kelapa Sawit Berkelanjutan.

“ Pada rentang 2016 hingga 2021, Belanda menjadi investor terbesar ke 5 dari total 157 negara yang berinvestasi di Indonesia, dengan nilai investasi sebesar US$9,68 miliar atau 5,43 persen dari total realisasi investasi asing. Investasi terbesar Belanda di Indonesia berada pada sektor listrik, gas, dan air 34 persen, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi 19,2 persen, serta sektor pertambangan 16,7 persen,” ucap Menteri Koodinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, pada keterangan tertulis, Jumat (27/8/2022).

Sebagaimana diketahui, Indonesia dan Belanda memiliki MoU on Cooperation in Sustainable Production of Palm Oil (2019) dan Technical Arrangement (2020). Implementation Plan NI-SCOPS juga telah disepakati pada 24 April 2020.

Menko Airlangga Hartarto juga mendorong peluang kerja sama di bidang semikonduktor, serta pengembangan investasi perusahaan Belanda di Indonesia, seperti Unilever pada sektor oleochemical di KEK Sei Mangkei, Philips pada sektor kesehatan, dan Frisian Flag untuk pembangunan pabrik Susu di Cikarang. Di tingkat global, Menko Airlangga menyampaikan harapan untuk kehadiran PM Belanda di KTT G20 di Bali, pada 15-16 November 2022 mendatang.[]