News

Jadi Tuan Rumah Presidensi G20, Menko Airlangga Waspada Ancaman Omicron

Kolaborasi global dalam membuat langkah-langkah terobosan yang lebih kuat dan konkret diperlukan


Jadi Tuan Rumah Presidensi G20, Menko Airlangga Waspada Ancaman Omicron
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ()

AKURAT.CO, Indonesia mendapat kepercayaan untuk menggelar Presidensi G20 pada 2022. Hal ini menjadi presidensi G20 ketiga yang diselenggarakan saat pandemi Covid-19.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat ini dunia tengah dihantui oleh varian baru Omicron. 

Menurutnya, munculnya varian baru Omicron menunjukan adanya ketimpangan vaksin antara negara maju dan negara berkembang.

Airlangga mengatakan, penyebaran pandemi yang belum selesai ini jelas akan mengganggu kehidupan masyarakat dan juga mengganggu proses pemulihan ekonomi.

"Kita melihat, pembukaan ekonomi masih sangat tergantung bagaimana kita menangani pandemi, termasuk varian baru, dan bagaimana tidak panik menghadapi varian baru tersebut," ungkapnya saat acara Sherpa Meeting Presidensi G20 secara virtual, Selasa (7/12/2021). 

Kolaborasi global diperlukan, bagaimana melalui Presidensi G20 Indonesia diharapkan bisa membuat langkah-langkah terobosan yang lebih kuat dan konkret. Airlangga menilai, selama ini penanganan Covid-19 cenderung masih secara individual di masing-masing negara.

"Presidensi juga memberikan kesempatan untuk menunjukan Indonesia leadership atau kepemimpinan di hlobal dan menhawab berbagai tantangan yang ada. Perhatian pemerintah, tentu melihat bahwa pemulihan ekonomi ini harus diselenggarakan dan sifatnya inklusif, berdaya tahan dan berkesinambungan," tuturnya. 

Dalam agenda Presidensi G20, Presiden Jokowi akan mengusung 3 topik pembahasan. Tiga pembahasan tersebut yakni arsitektur kesehatan global, dimana upaya Indonesia untuk memperkuat dan menyusun kembali tata kelola dan arsitektur kesehatan global pasca pandemi. Mendorong Asean, terutama Indonesia menjadi transferhub untuk pengembangan dan produksi vaksin.

Kedua, transformasi berbasis digital yaitu membuat nilai-nilai ekonomi melalui teknologi digital serta mendorong digitalisasi sektor-sektor yang menjadi mesin pertumbuhan baru.

Ketiga, transisi energi berupa perluasan akses terhadap teknologi yang bersih dan terjangkau,  serta pembiayaan untuk mempercepat transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan

Diketahui, dalam agenda Presidensi G20 Indonesia mengambil tema "Recover Together, Recover Stronger," . Melalui tema ini, Indonesia mengajak seluruh dunia untuk bersama-sama melakukan pemulihan kondisi kesehatan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Dengan adanya Presidensi G20, kata Airlangga, menjadi kesempatan Indonesia untuk menunjukkan kepemimpinan Indonesia dalam kancah global dan menjawab berbagai tantangan internasional.[]